kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden RI yang telah membangun dan merealisasikan Rp2,2 triliun pembangunan sembilan unit Sekolah Rakyat di Sulsel

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat merupakan wujud komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam melaksanakan Program Asta Cita untuk menghadirkan keadilan sosial melalui pendidikan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden RI yang telah membangun dan merealisasikan Rp2,2 triliun pembangunan sembilan unit Sekolah Rakyat di Sulsel,” ucapnya dalam keterangan di Makassar, Kamis.

“Alhamdulillah, anak-anak kita sangat ceria dan senang dan Sekolah Rakyat di Sudiang Kota Makassar ini merupakan tertinggi progres pembangunannya dari seluruh Sekolah Rakyat yang ada di Indonesia, baik lahan, sarana dan prasarana sekolah, hingga para guru berkompeten di Sulsel,” sambungnya.

Gubernur Sulsel mengajak seluruh peserta didik untuk menjadikan kesempatan tersebut sebagai titik awal meraih cita-cita. Ia menekankan keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang.

“Dulu juga pernah hadir Sekolah Rakyat di zaman perjuangan, sekolah yang menghasilkan anak-anak kita menjadi sukses. Kalau ingin bercita-cita tinggi, maka pendidikan nomor satu. Insya Allah, Sekolah Rakyat ini akan menciptakan generasi bangsa,” kata Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.

Karena itu, lanjut dia, berbagai program dari Pemprov Sulsel di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan masyarakat, terus diperkuat agar seluruh anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

“Saya sampaikan juga guru-guru hebat dan terbaik yang ada di provinsi kita kirim ke Sekolah Rakyat juga, dan kami berharap dari Sekolah Rakyat ini akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa di masa depan,” ucap Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.

Sekolah Rakyat Sulsel memiliki 270 peserta didik yang berasal dari Kota Makassar, Parepare, Kabupaten Enrekang, Bulukumba, Bantaeng, Pangkep, Pinrang, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Gowa, Maros, Jeneponto, Toraja Utara, hingga Kepulauan Selayar.