Jakarta (ANTARA) - Pembalap Uno-X Mobility Soren Waerenskjold merebut kemenangan etape pertamanya di Tour de France setelah memenangi etape ke-11 dari Vichy menuju Nevers, Rabu (15/7), yang tercatat sebagai etape tercepat dalam sejarah balapan tersebut di luar nomor time trial.

Waerenskjold menyelesaikan etape datar sejauh 161,3 kilometer dengan catatan waktu 3 jam 10 menit 6 detik atau kecepatan rata-rata 50,9 kilometer per jam.

"Kemenangan ini sangat berarti bagi saya. Ini adalah kemenangan terbesar dalam karir saya sejauh ini," kata Waerenskjold seusai balapan dikutip dari laman Tour de France, Kamis.

Pembalap asal Norwegia itu mengalahkan Olav Kooij (Decathlon CMA CGM) dan Jasper Philipsen (Alpecin-Premier Tech) dalam sprint menuju garis finis.

Kemenangan itu terasa semakin istimewa karena sehari sebelumnya Waerenskjold mengalami kecelakaan pada etape menuju Le Lioran hingga finis di posisi terakhir. Bahkan, pada etape ke-11 ia sempat meminta perawatan kepada dokter balapan akibat cedera pada tangan kanannya.

Meski belum sepenuhnya pulih, Waerenskjold mampu memanfaatkan celah pada kilometer terakhir. Ia melancarkan sprint dari jarak sekitar 350 meter sebelum finis, melewati Cees Bol yang sempat memimpin, lalu mempertahankan kecepatannya hingga garis akhir untuk mengungguli Kooij dan Philipsen.

Etape ke-11 sempat diwarnai aksi breakaway yang dibentuk Julian Alaphilippe, Anthon Charmig, Nelson Oliveira, dan Mathis Le Berre. Kelompok tersebut sempat memimpin jalannya balapan, namun peloton yang dikendalikan tim-tim para sprinter terus memangkas selisih waktu.

Alaphilippe akhirnya tertinggal di tanjakan Côte de Billy-Chevannes, sementara Charmig mengamankan dua poin klasemen raja tanjakan setelah menjadi yang tercepat di Côte de Billonnière dan Côte de Billy-Chevannes.

Tiga pembalap yang tersisa di depan akhirnya tertangkap peloton sekitar enam kilometer menjelang finis sehingga pemenang etape ditentukan melalui sprint massal.

Waerenskjold mengaku sempat merasa posisinya kurang ideal menjelang sprint terakhir. Namun, ia melihat celah di sisi kanan yang kemudian dimanfaatkannya untuk melesat ke depan.

"Saya merasa terlalu jauh di belakang, lalu celah terbuka di sisi kanan. Saya langsung mengambil kesempatan itu. Saya sempat mengira sprinter lain akan menyalip saya di meter-meter terakhir, tetapi kali ini hal itu tidak terjadi," ujar Waerenskjold.

Etape ke-12 pada Kamis diperkirakan kembali menjadi panggung para sprinter karena akan menempuh rute datar menuju Chalon-sur-Saône setelah sehari sebelumnya etape pegunungan, etape ke-10, dimenangi Tadej Pogacar.