Lionel Messi kembali membuktikan mengapa momen-momen terbesar dalam sepak bola selalu menjadi miliknya. Kapten tim Argentina itu menginspirasi sang juara bertahan untuk bangkit secara dramatis dan menang 2-1 atas Inggris di semifinal Piala Dunia FIFA 2026, dengan dua assist krusial di menit-menit akhir yang mengantarkan La Albiceleste ke final Piala Dunia kedua secara beruntun. Dalam proses itu, pemain berusia 39 tahun tersebut memecahkan rekor panjang Piala Dunia, menjadi pemimpin tunggal dalam jumlah assist sepanjang sejarah turnamen, sekaligus mencatatkan performa statistik yang belum pernah dicapai pemain mana pun sejak Opta mulai merekam data detail Piala Dunia pada tahun 1966.
Semifinal di Atlanta berubah menjadi salah satu laga paling taktis dan melelahkan secara fisik di turnamen ini. Kedua tim tidak menciptakan satu pun tembakan tepat sasaran sebelum turun minum karena Argentina dan Inggris saling menekan lewat duel intens di lini tengah yang menghasilkan 19 pelanggaran sebelum jeda. Menurut pihak penyiar, ini adalah pertandingan Piala Dunia pertama sejak 1966 tanpa satu pun tembakan tercatat dalam 30 menit pembukaan.
Inggris akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-55. Harry Kane memimpin serangan balik cepat sebelum Morgan Rogers mengirim umpan silang akurat kepada Anthony Gordon, yang dengan tenang mencetak gol pertamanya di Piala Dunia dan membawa The Three Lions unggul 1-0.
Argentina segera meningkatkan tekanan. Alexis Mac Allister sempat membuat bola membentur tiang lewat sundulan menyelam, sementara Jordan Pickford melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan peluang Nico González ketika Inggris berusaha keras mempertahankan keunggulan mereka.
Gol penyeimbang akhirnya datang lima menit sebelum waktu normal berakhir. Setelah Pickford menepis tembakan pertama, Messi dengan cepat merebut kembali bola dan memberikan umpan kepada Enzo Fernández di tepi kotak penalti. Gelandang Chelsea itu melepaskan tembakan melengkung kaki kiri yang indah melewati kiper Inggris pada menit ke-85 untuk menyamakan kedudukan.
Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke perpanjangan waktu, Messi kembali menjadi pembeda. Sundulan Mac Allister membentur tiang, dan Messi menjadi yang pertama menyambar bola liar tersebut. Sang kapten langsung mengirim umpan silang tajam ke kotak enam meter, di mana Lautaro Martínez melompat paling tinggi untuk menanduk bola masuk di masa tambahan waktu, melengkapi kebangkitan luar biasa Argentina dan memastikan tiket ke final Piala Dunia hari Minggu melawan Spanyol.
Dua assist tersebut membawa Messi menembus wilayah yang belum pernah dijangkau pemain lain. Menurut data Opta, kapten Argentina itu kini mengoleksi 12 assist sepanjang kariernya di Piala Dunia — jumlah tertinggi sejak pencatatan data terperinci turnamen dimulai pada 1966.
Lebih menakjubkan lagi, 10 dari 12 assist itu datang di babak gugur, rekor lain yang belum tertandingi oleh siapa pun sepanjang sejarah Piala Dunia. Sebelum penampilan brilian Messi kali ini, tidak ada pemain yang mencatat lebih dari delapan assist secara total di putaran final.
Papan peringkat sepanjang masa yang diperbarui kini adalah sebagai berikut:
• Lionel Messi (Argentina) — 12 assist dalam 33 pertandingan Piala Dunia
• Pelé (Brasil) — 10 assist dalam 14 pertandingan
• Fritz Walter (Jerman Barat) — 9 assist dalam 11 pertandingan
• Raymond Kopa (Prancis) — 8 assist dalam 8 pertandingan
• Diego Maradona (Argentina) — 8 assist dalam 21 pertandingan
• Uwe Seeler (Jerman Barat) — 8 assist dalam 21 pertandingan
Penampilan menyeluruh Messi kali ini sama bersejarahnya dengan dampaknya. Data resmi Opta mencatat ia melakukan sembilan dribel sukses serta dua assist dalam pertandingan melawan Inggris. Hal ini menjadikannya pemain pertama sejak 1966 yang berhasil mencatat setidaknya sembilan dribel sukses dan dua assist dalam satu laga babak gugur Piala Dunia.
Messi juga memperpanjang catatan mencetak gol atau memberikan assist dalam 13 pertandingan Piala Dunia berturut-turut, rekor lain yang belum pernah dicapai sejak basis data terperinci Opta dimulai pada 1966.
Mahakarya terbaru Messi ini juga memperkuat statistik individunya di turnamen. Kini ia telah mengoleksi delapan gol dan empat assist di Piala Dunia 2026, menempatkannya di puncak klasemen Sepatu Emas. Meskipun sejajar dengan Kylian Mbappé yang juga mencetak delapan gol, empat assist milik Messi melampaui tiga assist Mbappé, memberikan keunggulan bagi kapten Argentina tersebut karena penyerang Prancis itu sudah tersingkir dari turnamen.
Kemenangan ini membawa skuad Lionel Scaloni menuju final Piala Dunia kedua secara berturut-turut, di mana mereka akan menghadapi Spanyol yang belum terkalahkan dan berambisi meraih gelar besar internasional kedua secara beruntun.
Bagi Messi, malam di Atlanta ini berarti lebih dari sekadar satu penampilan lagi di panggung terbesar sepak bola dunia. Setiap rekor besar Piala Dunia yang dahulu dianggap tak tersentuh kini mulai tumbang satu demi satu. Melawan Inggris, ia menjadi kreator terbesar turnamen, mencatat performa statistik yang belum pernah ada di fase gugur, dan sekali lagi menunjukkan bahwa bahkan di usia 39 tahun, upaya Argentina untuk meraih gelar dunia berikutnya tetap berpusat pada kejeniusan sang kapten.