Pertama, Polda Sumatera Barat memastikan kasus peledakan bom rakitan berdaya ledak rendah (low explosive) di MAN 3 Kota Padang tidak berkaitan dengan jaringan terorisme.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi yang dilakukan siswa berinisial R diduga dipicu rasa sakit hati akibat menjadi korban bullying.
Kedua, sebanyak 18 unit bangunan hunian sehat dan layak (Hunsela) untuk korban bencana diresmikan di Rimbo Panjang dan Gerbang Langit, kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (15/7/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Walikota Padang, Fadly Amran, dengan menyerahkan kunci bangunan kepada penyintas bencana.
Ketiga, sebuah rumah hangus terbakar di Cluster Menara Village Blok C Nomor 7, Rt 02/Rw 09, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Rabu (15/7/2026).
Kejadian ini dipicu oleh terbakarnya lahan akibat pembakaran sampah oleh sekelompok warga setempat.
Baca selengkapnya berikut ini:
Polda Sumatera Barat memastikan kasus peledakan bom rakitan berdaya ledak rendah (low explosive) di MAN 3 Kota Padang tidak berkaitan dengan jaringan terorisme.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi yang dilakukan siswa berinisial R diduga dipicu rasa sakit hati akibat menjadi korban bullying.
"Sampai saat ini motifnya bullying. Dan ini perlu kami tegaskan juga, tidak ada hubungannya dengan jaringan terorisme. Ini murni karena korban bullying dari teman-teman sekelasnya," kata Susmelawati saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, saat ini penyidik masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk memeriksa penyebab pelaku nekat merakit hingga meledakkan bom rakitan di lingkungan sekolah.
Baca juga: Pastikan Hak Pendidikan, Anak Terduga Pelaku Bom di Padang Dititipkan Belajar di Madrasah Lain
Menurutnya, Polda Sumbar bersama Polresta Padang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara gabungan yang melibatkan Tim Inafis Polda Sumbar, Polresta Padang, serta mendapat asistensi dari Densus 88 Satgas Sumatera Barat.
"Dari hasil olah TKP ditemukan kurang lebih 19 item yang berkaitan dengan kejadian peledakan tersebut," ujarnya.
Selain itu, Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Sumbar juga telah melakukan disposal terhadap sisa bahan peledak yang terbakar di lokasi kejadian pada Selasa (14/7/2026) pagi.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Brimob, polisi menemukan satu bom rakitan yang telah meledak dan tiga bom rakitan lainnya yang belum sempat diledakkan.
"Jadi satu yang sudah meledak di MAN 3, dan ada tiga lagi yang belum meledak," katanya.
Baca juga: ‘Kasihan Kalau Tidak Lanjut Sekolah’, Teman Sekelas Harap Siswa Pembuat Bom di Padang Tetap Sekolah
Susmelawati mengungkapkan, hingga kini penyidik telah memeriksa tujuh orang saksi, terdiri dari sejumlah guru, petugas keamanan sekolah, pelaku, serta pihak lain yang mengetahui kejadian tersebut.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap kronologi, motif, hingga cara pelaku merakit bom rakitan.
"Pemeriksaan masih berputar pada penyebab pelaku melakukan perbuatan tersebut dan bagaimana cara dia membuat bom rakitan itu," jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi juga mengetahui bahwa R mempelajari cara merakit bom secara otodidak melalui internet.
"Dia mempelajarinya melalui Instagram, YouTube, dan internet secara otodidak. Bahan-bahannya juga dia pelajari dari sana," ujarnya.
Selain memeriksa pelaku, polisi juga telah meminta keterangan dari orang tua R. Hingga kini pemeriksaan masih terus berlanjut.
Meski telah diamankan, status hukum R saat ini masih sebagai anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) dan belum ditetapkan sebagai tersangka.
Susmelawati mengatakan, fokus utama kepolisian saat ini bukan hanya proses penyidikan, tetapi juga pemulihan kondisi psikologis pelaku.
Menurutnya, R mengalami tekanan mental yang cukup berat akibat dugaan perundungan yang dialaminya.
"Fokus kita saat ini melakukan rehabilitasi terhadap anak tersebut dan memberikan pendampingan. Walaupun dia pelaku, dia juga syok dengan kejadian ini. Dia juga korban karena tertekan secara psikologis akibat dugaan bullying," katanya.
Ia menambahkan, polisi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait juga berkoordinasi untuk memastikan masa depan anak tersebut tetap mendapat perhatian, sembari menunggu proses hukum yang masih berlangsung di Polresta Padang.
Baca juga: Wali Kota Padang Soroti Kasus Bom Siswa, Sebut Bullying Jadi Pemicu dan Minta Pengawasan Diperketat
Sebelumnya, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, memastikan hak pendidikan siswa berinisial R, terduga pelaku peledakan bom rakitan di MAN 3 Kota Padang, tetap menjadi prioritas meski proses hukum terus berjalan.
Hal itu disampaikan Akmal saat mengunjungi MAN 3 Kota Padang, Rabu (15/7/2026), untuk memantau kondisi sekolah pascainsiden peledakan bom rakitan yang terjadi sehari sebelumnya.
Menurut Akmal, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung situasi pascakejadian sekaligus memastikan stabilitas daerah tetap terjaga.
"Hari ini kita berkunjung ke MAN 3 Padang dalam rangka monitoring kondisi stabilitas daerah dan melihat pasca kejadian kemarin. Alhamdulillah, kami memberikan apresiasi atas langkah-langkah yang sudah diambil pemerintah daerah dan pihak sekolah," katanya.
Baca juga: Modus Pakai Kunci T Dibalut Kain, Pelaku Curanmor di Padang Diringkus Polisi 7 Jam Usai Beraksi
Akmal mengatakan, pemerintah menaruh perhatian besar terhadap pemenuhan hak pendidikan siswa berinisial R yang masih berstatus pelajar.
Sementara proses hukum terkait dugaan tindak pidana tetap diserahkan kepada aparat penegak hukum.
"Kita memastikan hak-hak pendidikan anak ini tetap dijaga. Sementara proses pidana umum biarlah menjadi ranah penegak hukum," ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan koordinasi dengan berbagai pihak, R tidak akan dipindahkan status sekolahnya dari MAN 3 Padang.
Baca juga: Agenda Wako Padang Hari Ini Resmikan Hunsela, Wawako Salurkan Bantuan Kebakaran dan Kursi Roda
Namun, untuk sementara waktu siswa tersebut akan dititipkan mengikuti kegiatan belajar di salah satu Madrasah Aliyah lain di Kota Padang.
Menurutnya, langkah itu diambil karena proses hukum yang dijalani R lebih dekat dengan penitipan tersebut, sementara aturan tidak memungkinkan siswa kelas XII dipindahkan secara administrasi.
"Rencananya anak ini akan kita titipkan di madrasah lain. Jadi bukan dipindahkan sekolah, hanya dititipkan belajar di sana sampai ujian. Ijazahnya nanti tetap dari MAN 3 Padang," jelasnya.
Akmal menegaskan, pemerintah ingin memastikan proses belajar R tetap berlangsung meski perkara hukumnya masih berjalan.
Selain pendidikan, ia juga meminta agar siswa tersebut mendapatkan ruang komunikasi dan pendampingan yang memadai.
"Semua orang punya masalah, siswa juga punya tekanan. Karena itu dia berhak mendapatkan ruang komunikasi yang baik agar persoalannya bisa dicarikan solusi," katanya.
Akmal juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, serta pihak sekolah yang dinilai cepat menangani dampak insiden tersebut.
Baca juga: Siswa Korban Perundungan Ledakkan Bom, Kepala MAN 3 Padang Ngaku Sudah Sosialisasi Cegah Bullying
Menurutnya, peristiwa itu harus menjadi pelajaran bagi seluruh sekolah untuk memperkuat layanan bimbingan dan konseling (BK).
Ia menilai setiap sekolah perlu menyediakan ruang yang aman agar siswa berani menyampaikan persoalan yang dihadapi, termasuk jika menjadi korban perundungan.
"Guru BK harus dimaksimalkan. Anak-anak perlu ruang untuk menyampaikan tekanan atau masalah yang mereka alami, termasuk jika mengalami bullying. Dengan begitu persoalan bisa diselesaikan sebelum berkembang menjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Akmal menyebut komunikasi yang tidak berjalan dengan baik menjadi bahan evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sementara itu, Kepala MAN 3 Kota Padang, Marliza, mengaku pihak sekolah tidak pernah menerima laporan dari R terkait dugaan perundungan yang dialaminya.
"Belum pernah dia melapor. Kawan-kawannya juga tidak ada melaporkan," kata Marliza kepada TribunPadang.com.
Menurut Marliza, sekolah selama ini telah menyediakan mekanisme pelaporan melalui guru, wali kelas hingga guru bimbingan konseling.
Ia juga mengatakan pihak sekolah rutin melakukan sosialisasi pencegahan bullying serta memasang spanduk antiperundungan di lingkungan sekolah.
"Kalau misalnya ada anak yang mengalami sesuatu, kami sudah informasikan agar menyampaikan kepada guru, kemudian bisa diteruskan ke wali kelas hingga guru BK," ujarnya.
Baca juga: Aktivitas MAN 3 Padang Kembali Normal, Sekolah Perkuat Pendampingan Pascaledakan Bom Rakitan
Pasca insiden tersebut, kegiatan belajar mengajar di MAN 3 Kota Padang pada Rabu (15/7/2026) kembali berlangsung normal.
Sekolah mengawali aktivitas dengan apel pagi, senam bersama, serta memberikan edukasi dan pendampingan psikologis kepada para siswa untuk mengurangi trauma akibat kejadian itu.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengungkapkan, berdasarkan hasil interogasi awal, R mengaku menjadi korban bullying sejak duduk di kelas XI.
Rasa tertekan dan dendam itu diduga menjadi motif aksi peledakan bom rakitan yang dilakukan saat jam istirahat pada Selasa (14/7/2026).
Beruntung, ledakan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Polisi juga mengamankan tiga bom rakitan lainnya yang belum sempat diledakkan dan hingga kini masih mendalami kasus tersebut.
Sebanyak 18 unit bangunan hunian sehat dan layak (Hunsela) untuk korban bencana diresmikan di Rimbo Panjang dan Gerbang Langit, kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (15/7/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Walikota Padang, Fadly Amran, dengan menyerahkan kunci bangunan kepada penyintas bencana.
Selain Walikota, Sekda Kota Padang, Kepala BPBD, Rektor Universitas Baiturrahmah, Rektor Unand, para donatur dan pihak terkait lain juga tampak di lokasi.
Pada peresmian itu, Walikota Fadly Amran terlihat mengenakan pakaian batik berwarna biru dengan motif cokelat.
Ia mengucapkan terimakasih kepada seluruh donatur lantaran telah mengusahakan, untuk bisa berbuat baik kepada masyarakat yang tertimpa bencana.
Baca juga: Teman Sekelas Ungkap Sosok Terduga Pelaku Bom Rakitan MAN 3 Padang, Pendiam dan Jarang Berinteraksi
"Saya mengucapkan rasa terimakasih kepada donatur, telah mengusahakan dan mengupayakan sanak saudara tertimpa musibah mempunyai rumah lagi," kata dia memberikan keterangan.
Ia menjelaskan, dengan disediakan 18 unit hunsela bagi korban bencana, dapat membuat mereka nyaman saat menempatinya.
"Kita berdoa, agar bisa lebih dari sediakala dengan adanya hunsela ini dari donatur. Tapi kami tidak lepas tanggung jawab, huntap akan dibangun," tuturnya.
Ke depannya ujar Fadly, berbagai pihak masih ingin memberikan bantuan kepada korban bencana di Padang.
Mulai dari berbagai kepala daerah, donatur hingga Danantara. Untuk itu, Fadly meminta hal itu bisa dikolaborasikan untuk dibangun hunian tetap (huntap).
Baca juga: 245 Ribu Warga Padang Aktifkan IKD, Disdukcapil Buka Layanan hingga Tingkat Kelurahan
"Kita coba kolaborasikan, karena ada kepala daerah yang mau memberikan bantuan, Danantara juga, yang ingin mendirikan huntap. Nanti, kita bangun bersama," tutupnya.
Sementara itu, Koordinator Pembangunan Hunsela, Dasrul mengatakan bahwa 18 unit hunsela disediakan untuk korban bencana di Kelurahan Lambung Bukit.
Dari total keseluruhan, 15 unit berlokasi di Rimbo Panjang dan sisanya berada di Gerbang Langit, Kelurahan Lambung Bukit.
"Lama pembangunan hunsela, 1 bulan lebih untuk di Gerbang Langit sebanyak tiga unit dan 20 puluh hari untuk di Rimbo Panjang. Kendala akses jalan di Gerbang Langit, membuat pembangunan lebih lambat dari Rimbo Panjang," ujarnya.
Anggaran pembangunan hunsela kata Dasrul berasal dari donatur, mulai dari IKA Unand, FMIPA Unand, grup Taman Sari dan lain sebagainya.
"Beberapa pihak lainnya juga menjadi inisiator, termasuk Karang Taruna Kapalo Koto," tambahnya.
Sebuah rumah hangus terbakar di Cluster Menara Village Blok C Nomor 7, Rt 02/Rw 09, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Rabu (15/7/2026).
Kejadian ini dipicu oleh terbakarnya lahan akibat pembakaran sampah oleh sekelompok warga setempat.
Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi, mengatakan laporan kejadian diterima pihaknya pada pukul 17.18 WIB.
"Setelah menerima laporan, satuan Damkar Kota Padang langsung bergerak ke lokasi pada pukul 17.19 WIB," ucapnya.
Baca juga: Polisi Periksa 7 Saksi Kasus Korban Bully Ledakkan Bom Rakitan di Padang
Setibanya di tempat kejadian perkara pada pukul 17.25 WIB, dan penanganan selesai pada pukul 17.54 WIB.
Jarak tempuh menuju lokasi kejadian sekitar 3,6 kilometer.
"Objek yang terbakar adalah rumah dan lahan. Penyebab kebakaran diduga akibat human error," kata Rinaldi.
Ia menjelaskan, berdasarkan kronologi, sekelompok warga membakar sampah di belakang perumahan.
Baca juga: Update Korban Bully Ledakkan Bom Rakitan di Padang, Polisi Dalami Proses Pembuatan dan Bahan
Api kemudian merambat ke salah satu rumah yang berada di kawasan perumahan tersebut.
Saksi kemudian melaporkan kejadian itu ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang.
Akibat kebakaran tersebut, satu unit rumah terbakar dengan luas area yang terbakar sekitar 500 meter persegi.
"Rumah yang terbakar diketahui milik Andika Putra Ramadhan (21), seorang wiraswasta, suku Minang, beragama Islam," jelasnya.
Dalam kejadian itu terdapat empat penghuni rumah. Tidak ada warga yang mengungsi, tidak ada korban luka-luka maupun korban meninggal dunia.
Baca juga: Polisi Ungkap Motif Siswa di Padang Ledakkan Bom Rakitan karena Bullying, Bukan Terorisme
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta.
"Sementara itu, sebanyak 10 bangunan berada dalam potensi terdampak kebakaran, dengan luas area yang berpotensi terdampak sekitar 3.000 meter persegi. Nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai sekitar Rp50 miliar," tuturnya.
Rinaldi menambahkan, situasi di lokasi merupakan kawasan perumahan yang ramai masyarakat dengan akses jalan kecil sehingga menjadi tantangan dalam proses penanganan.
Di sisi lain, kerusakan infrastruktur yang tercatat berupa lahan kosong dan plafon bagian belakang dengan kategori rusak berat.
"Untuk melakukan pemadaman, Damkar Kota Padang mengerahkan tiga armada dengan kekuatan 50 personel," tambahnya.(*)