Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah atau tahun 2026 menghadirkan sejumlah pembaruan layanan bagi jemaah Indonesia. Salah satunya adalah hadirnya embarkasi tanpa asrama haji pertama di Yogyakarta serta penambahan embarkasi fast track di Makassar.
Kedua langkah tersebut merupakan bagian dari pembenahan tata kelola dan peningkatan layanan pada musim haji tahun ini. Berbagai inovasi juga dilakukan agar proses keberangkatan jemaah berjalan lebih efektif dan nyaman.
Deputi III Badan Komunikasi (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Rabu (15/7/2027) menyebutkan untuk pertama kalinya terdapat embarkasi tanpa asrama dan menambah embarkasi untuk fast track.
"Untuk pertama kalinya, pemerintah menghadirkan embarkasi tanpa asrama haji yaitu Embarkasi Yogyakarta, serta menambah satu embarkasi baru untuk fast track yaitu Embarkasi Makassar," jelas Kurnia.
Selain menghadirkan embarkasi baru, Kurnia menyebut Kementerian Haji dan Umrah juga memperkuat kualitas petugas haji melalui pendidikan dan pelatihan. Materi pelatihan meliputi kesiapan fisik dan mental, kompetensi pelayanan, kerja sama tim, hingga pengetahuan dasar fikih haji dan bahasa Arab.
Kemudian, pemerintah juga menyelesaikan berbagai persiapan lebih awal, mulai dari penyediaan akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan di masyair, hingga penyelesaian visa haji. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran operasional selama musim haji.
"Kemenhaj juga menghadirkan layanan dua syarikat disertai pembagian dan aktivasi kartu nusuk langsung di embarkasi," katanya.
Tak hanya itu, digitalisasi layanan juga diperkuat untuk memantau distribusi katering sekaligus melacak lokasi petugas selama bertugas di Arab Saudi. "Terakhir, Kemenhaj memperkuat digitalisasi layanan untuk mengontrol distribusi catering dan melacak lokasi petugas," lengkap Kurnia.





