Polisi Periksa Lima Saksi untuk Ungkap Kematian dr Alex yang Ditemukan Tewas di Siak
Sesri July 16, 2026 10:20 AM

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Penyelidikan kasus kematian dr Alex Cristo Loris, dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anestesi yang ditemukan meninggal di semak belukar di samping RSUD Tengku Rafian Siak, terus bergulir.

Polisi kini memfokuskan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi yang diduga mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan tak bernyawa.

Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos P mengatakan, hingga saat ini penyidik telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi.

Mereka terdiri dari petugas sekuriti, sopir, pegawai RSUD Tengku Rafian yang pertama kali menemukan jasad korban, rekan sejawat korban sesama PPDS anestesi dr Mayang, serta dr Benny. 

“Dokter Benny merupakan dokter anestesi senior sekaligus pembimbing korban selama bertugas di RSUD Tengku Rafian,” kata Raja Kosmos, Kamis (16/7/2026).

Menurut Raja Kosmos, pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan untuk menyusun rangkaian peristiwa.

Baca juga: Hasil Pemeriksaan Sementara Jenazah Dokter Alex Cristo Loris, Ada Luka di Tangan dan Memar di Kepala

Baca juga: Kronologi Hilangnya Dokter Residen Alex Sebelum Ditemukan Tewas di Semak Samping RSUD Siak

 

Terutama sebelum korban ditemukan meninggal dunia di semak belukar yang berada di samping rumah sakit.

Ia menegaskan, proses pemeriksaan belum berhenti.

Penyidik masih terus mendalami keterangan para saksi untuk mengungkap secara utuh penyebab meninggalnya dokter berusia 31 tahun tersebut.

“Sekarang masih diintensifkan dilakukan pemeriksaan saksi. Nanti akan kami update bagaimana perkembangannya,” ujarnya.

Di sisi lain, polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian dr Alex.

Meski autopsi telah selesai dilakukan pada Selasa (14/7/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB, dokter forensik belum dapat memberikan kesimpulan.

“Dokter forensik belum bisa memastikan penyebab kematian karena masih memerlukan pemeriksaan lanjutan terhadap beberapa sampel yang harus dilakukan di laboratorium forensik,” kata Raja Kosmos.

Untuk itu, Satreskrim Polres Siak telah mengirimkan surat permohonan pemeriksaan terhadap sampel-sampel yang diambil saat autopsi ke Laboratorium Forensik.

“Mudah-mudahan hasil pemeriksaannya akan keluar lebih kurang dua minggu lagi,” katanya.

Dokter PPDS anestesi itu baru sekitar sepekan menjalani penugasan di rumah sakit tersebut.

Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih menjadi misteri. Polisi menyatakan kesimpulan penyelidikan baru dapat ditentukan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan saksi selesai dan hasil analisis Laboratorium Forensik diterima.

(Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.