TRIBUNGORONTALO.COM – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Kompleks Rumah Makan Bulota, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Kamis (16/7/2026) pagi.
Seorang pengendara sepeda motor laki-laki Yamaha Mio M3 meninggal dunia di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunGorontalo.com, kecelakaan terjadi sekira pukul 06.30 Wita.
Seorang warga, Ramang Uti, mengatakan korban mengendarai sepeda motor dari kawasan Barito menuju Pasar Andalas.
Saat tiba di lokasi kejadian, korban diduga tidak mengikuti arah tikungan dan justru melaju lurus hingga menabrak pembatas beton di pinggir jalan.
"Informasinya dari arah Barito menuju Pasar Andalas. Saat di tikungan, korban tidak berbelok dan langsung menabrak beton di pinggir jalan," ujar Ramang kepada Tribun Gorontalo, melalui via telepon.
Benturan keras mengakibatkan korban mengalami luka parah dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sepeda motor Yamaha Mio M3 yang dikendarai korban tergeletak di samping pembatas beton dekat trotoar dengan kondisi mengalami kerusakan.
Video yang beredar di media sosial Facebook memperlihatkan jasad korban telah ditutupi terpal, sementara sepeda motor berada tidak jauh dari lokasi benturan.
Sejumlah warga tampak memadati lokasi untuk menyaksikan proses penanganan korban.
Berdasarkan informasi awal, sepeda motor yang dikendarai korban menggunakan pelat nomor DM 3430 EM.
Polisi juga telah berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan saksi guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
TribunGorontalo.com berupaya mengonfirmasi peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian terkait identitas korban maupun kronologi lengkap kejadian.
Menurut Pendiri sekaligus Direktur Pelatihan Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, pengendara harus memiliki jarak pandang yang luas ke depan sebagai langkah antisipasi. Hal ini penting agar kondisi jalan yang akan dilalui dapat dipantau dengan baik.
“Jika antisipasi, pengendara sudah melihat kondisi jalan yang akan dilewati. Misalnya ada oli di jalan, pengendara bisa menghindarinya atau mengurangi kecepatan,” ucap Jusri kepada Kompas.com, Kamis (12/3/2020) dikutip TribunGorontalo.com, Kamis (16/7/2026).
Oleh karena itu, menjaga jarak aman dengan pengguna jalan lain sangat diwajibkan. Jika posisi berkendara terlalu dekat dengan kendaraan di depan, jarak pandang menjadi sempit sehingga pengendara kesulitan mengantisipasi situasi.
“Ketika pandangan ke depan terhalang oleh pengendara lain, kurangi kecepatan, antisipasi. Dengan mengurangi kecepatan, bisa memperluas pandangan ke depan,” beber Jusri.
Sementara itu, Agus Sani, instruktur dari Wahana Honda selaku Main Dealer motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang, menegaskan pentingnya peran pandangan mata saat berkendara. Begitu krusialnya aspek ini, arah mata bahkan bisa menjadi penentu keselamatan nyawa pengendara karena mengontrol penuh keputusan serta respons spontan di jalan raya.
"Penting sekali untuk memahami mekanisme reaksi dalam sebuah perjalanan, yaitu Identifikasi-Keputusan-Reaksi," ujar Agus kepada Kompas.com, Senin (3/3/2025).
Menurutnya, penerapan mekanisme tersebut secara tepat akan sangat efektif dalam menekan angka kecelakaan di jalan. Pandangan mata menjadi elemen vital karena berfungsi sebagai alat validasi keamanan jalur yang hendak dilewati.
"Ketika mata melihat jauh ke depan, kita dapat mengumpulkan informasi tentang jalan yang kita lalui. Proses ini disebut Identifikasi," ujarnya.
"Setelah mendapatkan informasi tersebut, kita mulai membuat keputusan yang diproses oleh otak untuk menghasilkan reaksi yang aman sebelum potensi bahaya terjadi," tandas Agus. (*)