Piala Dunia FIFA 2026: Lionel Messi Akan Menyamai Rekor Cafu Sebagai Pemain yang Tampil di Tiga Final Piala Dunia
Aurora Nightingale July 16, 2026 10:58 AM

Ketika Lionel Messi melangkah ke lapangan MetLife Stadium di New Jersey untuk membela Argentina dalam final Piala Dunia melawan Spanyol, ia akan menjadi pemain kedua dalam sejarah yang benar-benar tampil di tiga final Piala Dunia. Prestasi ini menempatkannya sejajar dengan legenda Brasil, Cafu, bek kanan yang memegang rekor tersebut selama lebih dari dua dekade tanpa tersentuh.

Perbedaan ini memiliki arti penting. Pemain-pemain hebat seperti Pelé, Lothar Matthäus, dan Ronaldo pernah tercatat dalam tiga skuad final Piala Dunia, namun masing-masing dari mereka tidak bermain di salah satu dari tiga final tersebut. Pelé duduk di bangku cadangan ketika Brasil kalah dari Inggris pada tahun 1966. Matthäus tidak dimainkan saat Jerman kalah dari Argentina di final 1986. Sementara itu, Ronaldo sempat tidak masuk dalam susunan pemain awal untuk final 1998 melawan Prancis, dan baru diturunkan setelah keputusan menit terakhir yang kontroversial menyusul laporan bahwa ia mengalami kejang. Meski akhirnya bermain, performanya kurang maksimal. Dengan demikian, tidak satu pun dari mereka benar-benar turun di lapangan dalam ketiga final sebagai pemain aktif.

Cafu berbeda. Bek kanan asal Brasil itu bermain penuh di final Piala Dunia 1994, 1998, dan 2002. Ia mengangkat trofi pada tahun 1994 dan 2002, serta menjadi runner-up pada 1998. Hingga kini, ia tetap menjadi tolok ukur bagi jumlah penampilan di final Piala Dunia.

Tiga final yang dijalani Messi memiliki kisah luar biasa tersendiri. Pada tahun 2014, ia bermain sepanjang laga dalam kekalahan dramatis Argentina atas Jerman di perpanjangan waktu di Brasil, dan meskipun gagal membawa trofi, ia dianugerahi Bola Emas sebagai pemain terbaik turnamen. Delapan tahun kemudian, pada 2022, Messi menorehkan salah satu penampilan individu terbaik dalam sejarah final Piala Dunia, mencetak dua gol—termasuk satu voli spektakuler—dan kemudian menuntaskan penaltinya dalam adu tos-tosan melawan Prancis untuk memastikan kemenangan Argentina.

Kini, tahun 2026 tiba. Final ketiganya. Lawan Spanyol. Di usia 39 tahun.

Cafu berusia 32 tahun ketika tampil di final ketiganya pada tahun 2002 dan berhasil mengangkat trofi. Messi kini berusia 39 tahun dan berupaya mengulang kisah serupa. Jika Argentina berhasil meraih kemenangan pada hari Minggu, Messi tidak hanya akan menyamai rekor Cafu sebagai pemain yang tampil di tiga final, tetapi juga melampauinya dengan cara paling bermakna—memiliki dua medali juara dunia, bukan satu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.