Ditinggal Ronda Usai Bakar Sampah, Tiga Bangunan di Maos Ludes Dilalap Api
muslimah July 16, 2026 11:11 AM

Ditinggal Ronda Usai Bakar Sampah, Tiga Bangunan di Maos Ludes Dilalap Api

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Pijaran api yang semula diduga berasal dari pembakaran sampah berubah menjadi kobaran besar yang melalap tiga bangunan di Jalan Raya Maos-Sampang RT 02 RW 07, Desa Maos Lor, Kecamatan Maos, Kamis (16/7/2026) dini hari.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan berdasarkan hasil penanganan di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh kelalaian saat membakar sampah yang kemudian merembet ke kandang kayu di belakang rumah hingga api cepat membesar.

"Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah human error saat membakar sampah di depan bengkel yang kemudian ditinggalkan sehingga api merambat ke bangunan di sekitarnya," ujarnya.

Peristiwa itu bermula sekitar pukul 00.30 WIB ketika pemilik bengkel membakar sampah di depan tempat usahanya sebelum meninggalkan lokasi untuk ronda keliling, sementara api yang belum benar-benar padam diduga terus menyala tanpa disadari.

Gatot menjelaskan, sekitar pukul 01.00 WIB seorang warga yang sedang beristirahat mendengar suara gaduh dari luar rumah lalu keluar untuk memastikan kondisi dan mendapati kepulan asap disertai kobaran api dari sebuah kandang kayu.

"Saksi langsung berteriak meminta pertolongan sehingga warga berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum menghubungi Damkar," katanya.

Laporan kebakaran diterima Pos Damkar Kroya pada pukul 01.07 WIB dan petugas segera mengenakan alat pelindung diri serta bergerak menuju lokasi dengan waktu tanggap sekitar 15 menit.

Menurut Gatot, setibanya di lokasi petugas langsung melakukan pemadaman, pendinginan, dan overhaul agar bara api tidak kembali menyala.

"Api berhasil kami kuasai sekitar pukul 01.20 WIB sehingga penyebaran ke bangunan lain dapat dicegah," ungkapnya.

Kebakaran tersebut mengakibatkan tiga bangunan milik warga terdampak, yakni bengkel milik Munanto, rumah milik Siti Musrifah, dan bangunan milik Nahdiyatun dengan total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp400 juta.

Gatot menambahkan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian itu, sementara proses pendataan dilakukan setelah api berhasil dipadamkan bersama unsur TNI, Polri, PLN, relawan Redkar, dan petugas Damkar yang terlibat dalam penanganan di lokasi. (ray) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.