Final Piala Dunia 2026 Istimewa bagi Messi, Jalan Abadi Samai Rekor Legenda Brasil
Bonifasius Anggit Putra Pratama July 16, 2026 12:33 PM

ODD ANDERSEN/AFP
Selebrasi Lionel Messi usai Timnas Argentina berhasil melaju ke final Piala Dunia 2026 berkat kemenangan 2-1 atas Timnas Inggris di babak semifinal.

BOLASPORT.COM - Final Piala Dunia 2026 bakal menjadi momen istimewa bagi kapten Argentina, Lionel Messi. Ia berada di jalan abadi untuk menyamai rekor legenda Brasil, Cafu.

Piala Dunia 2026 tampaknya belum selesai menjadi panggung keajaiban yang dihadirkan oleh seorang megabintang bernama Messi.

Kapten Argentina tersebut sekali lagi menunjukkan peran krusialnya di momen besar.

Dalam laga melawan Inggris di semifinal, Messi menjadi aktor utama di balik kemenangan comeback La Albiceleste.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB, Lionel Messi mendulang 2 asis dalam kemenangan 2-1 Argentina atas Inggris.

Ia menjadi arsitek bagi gol-gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.

Sementara Inggris mendapatkan gol dari Anthony Gordon.

Kemenangan 2-1 Argentina atas Inggris itu membuat Messi dkk. maju ke final untuk menantang Spanyol.

Kini Messi berada di ambang pencapaian yang sangat langka dalam sejarah setelah membawa negaranya melangkah jauh di Piala Dunia 2026 .

Megabintang berusia 39 tahun tersebut akan segera menjadi pemain kedua dalam sepanjang sejarah sepak bola yang tampil langsung di tiga final Piala Dunia berbeda.

Pencapaian luar biasa ini membuat namanya bersanding erat dengan bek kanan legendaris sekaligus mantan kapten Brasil, Cafu.

Cafu menjadi pemain pertama yang berhasil menggoreskan tinta emas dengan tampil di tiga final Piala Dunia berbeda.

Final pertamanya berlangsung saat Brasil menjadi juara pada edisi 1994 di mana saat itu kapten timnya adalah Carlos Dunga.

Lalu berlanjut pada Piala Dunia 1998, masih dipimpin oleh Dunga, kekalahan 0-3 yang harus diterima oleh Tim Samba di final saat menghadapi Prancis dengan Cafu yang tampil sebagai starter di bek kanan.

Empat tahun berselang Cafu sukses mengangkat trofi Jules Rimet keduanya kala membantu Brasil menang 2-0 atas Jerman di final edisi 2002 dengan status sebagai kapten tim.

Tidak banyak pesepak bola yang bisa menjaga konsistensi performa hingga mencapai titik tertinggi tersebut saat ini.

Meskipun tercatat ada beberapa pemain lain yang pernah beruntung menjadi bagian dari skuad yang menembus tiga final, ceritanya akan sangat berbeda untuk Messi.

Penampilan Lionel Messi pada pertandingan final Piala Dunia 2026 nanti akan mengukuhkan status istimewanya.

Dengan peluang besar tampil sebagai starter untuk Argentina di laga final melawan Spanyol, maka Messi akan menjadi orang kedua setelah Cafu yang memainkan tiga final berbeda.

Sebelum final Piala Dunia 2026, Lionel Messi sudah mencicipi final dengan tampil di edisi 2014 dan 2022.

Semua penampilannya dimulai sebagai starter dan berstatus sebagai kapten Argentina dengan kegagalan dilaluinya saat kalah 0-1 dari Jerman pada edisi 2014.

Namun, pada edisi 2022 Messi mampu tersenyum lebar saat membawa Tim Tango menjadi juara berkat kemenangan atas Prancis via adu penalti.

Hal ini tentu menjadi pembeda yang sangat tegas antara mereka yang sekadar duduk di bangku cadangan dengan mereka yang bertanding langsung.

Melalui kepastian ini pula, penyerang milik Inter Miami itu akan mengukir tinta emas yang sangat sulit ditandingi oleh generasi penerus.

Lionel Messi juga akan secara resmi menjadi pemain keenam yang berhasil masuk ke dalam daftar skuad final Piala Dunia sebanyak tiga kali.

Catatan emas ini langsung menempatkan namanya di dalam lingkaran elite para pesohor sepak bola yang pernah ada di muka bumi.

Nama pertama yang menyambutnya di daftar eksklusif tersebut tentu saja adalah sang raja sepak bola abadi, Pele.

Selanjutnya, legenda Jerman yang sangat dihormati, Lothar Matthaeus, juga berada di dalam deretan elite ini.

Tidak ketinggalan, kompatriotnya yang membawa Jerman juara pada tahun 1990, Pierre Littbarski, turut menghiasi daftar tersebut.

Kemudian ada pula sang penyerang fenomenal milik Brasil, Ronaldo Nazario de Lima.

Terakhir, tentu saja sang pemilik rekor sebelumnya yang juga menjadi tolok ukur utama dalam pencapaian ini, Cafu.

Melihat deretan nama di atas, kita bisa merasakan betapa megahnya prestasi yang sedang dijemput oleh La Pulga.

Final Piala Dunia 2026 bukan lagi sekadar turnamen biasa, melainkan panggung pembuktian keabadian seorang Lionel Messi.

Hal itu juga akan menjadi last dance yang manis untuk mantan kapten Barcelona itu bersama Argentina selain sebagai pembuktian dirinya sebagai pemain terhebat sepanjang masa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.