Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Kamis 16 Juli 2026 Besok, Hujan di 12 Daerah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut prakiraan cuaca di Jawa Tengah (Jateng), Kamis 16 Juli 2026 besok.
Dari seluruh wilayah Jateng yang terdiri atas 35 kabupaten kota, besok Terdapat 12 wilayah yang diprediksi turun hujan.
Hujan turun kisaran sore hari pukul 16.00.WIB.
Sedangkan 23 kabupaten kota lainnya diprediksi cerah berawan.
Demikian antara lain info Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang.
Baca juga: Harga LPG Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg Resmi Turun, Berikut Daftar Lengkapnya
Agar aktivitas tak terganggu, persiapkan diri kalian sebaik mungkin.
Berikut prediksi cuaca lengkap esok hari:
Suhu udara rata-rata antara 13 derajat celcius hingga 33 derajat celcius.
Kecepatan angin rata-rata antara 4 km per jam hingga 11 km per jam.
BMKG memprediksi puncak kekeringan di Jateng terjadi Agustus-September 2026.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengklaim telah menyediakan sebesar 123 juta liter air bersih di 18 Kabupaten/kota yang berpotensi terancam bencana kekerinan. Namun, distribusi air bersih itu terancam terkendala kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, air bersih sebanyak 123 juta liter sudah siap didistribusikan. Pihaknya saat ini telah melakukan pemetaan termasuk alat distribusi.
"Kami masih melakukan kajian dan penghitungan terkait biaya distribusi mengingat adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi," terangnya dalam rapat koordinasi pengendalian operasional kegiatan (POK) triwulan I-2026, di Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).
Ia menyebut, informasi dari BMKG pengaruh El Nino pada tahun 2026 akan berdampak kemarau lebih lama di Jateng.
Ancaman kemarau tahun ini juga diprediksi tidak jauh berbeda dengan puncak kemarau ekstrem tahun 2019 dan tahun 2023.
Untuk itu, pihaknya telah memetakan ketersediaan air di Jateng yang diperkirakan mencapai angka 123 juta liter air.
"Kemarau mulai terjadi di Jateng pada Juni mendatang," ungkapnya.
Bergas merinci, ketersediaan air bersih di Jateng paling banyak di Klaten yang mencapai angka 57,6 juta liter, Boyolali 13,4 juta liter, Kabupaten Semarang 12,9 juta liter, Blora 5,1 juta liter, Purworejo 5,06 juta liter, Wonosobo 5 juta liter, Purbalingga 4,4 juta liter, Wonogiri 3,7 juta liter, Banjarnegara 3,6 juta liter, Grobogan 3,1 juta liter.
Sebaliknya, ketersediaan air yang dilaporkan terendah di Batang 331 ribu liter, Kota Salatiga 250 ribu liter, Demak 150 ribu liter, Kabupaten Pekalongan 80 ribu liter.
Adapula beberapa daerah yang tidak melaporkan ketersediaan airnya karena merasa tidak pernah terdampak.
"Ya semisal Kota Solo dan Kota Magelang," ungkapnya.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, persoalan kekeringan akan dilakukan penanganan secara bersama-sama di antaranya dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
"Kami akan koordinasikan lagi termasuk dengan beberapa pelibatan BUMD juga akan kami kondisikan agar dampak kemarau bisa dikurangi termasuk dampak ke swasembada pangan," terangnya. (*)