Komika Difabel Anggi Wahyuda Taklukkan Everest Base Camp, Perjuangannya Bikin Haru
Dian Anditya Mutiara July 16, 2026 12:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Di balik kepiawaiannya menghibur penonton lewat stand up comedy, komika difabel Anggi Wahyuda ternyata memiliki pencapaian luar biasa. 

Ia berhasil menaklukkan Everest Base Camp (EBC) di Nepal yang berada di ketinggian 5.364 meter di atas permukaan laut (mdpl), sekaligus mengabadikan perjalanannya dalam film dokumenter yang sukses meraih Piala Citra.

Anggi Wahyuda mencapai Everest Base Camp pada 26 Mei 2025 setelah menempuh perjalanan selama 11 hari.

Meski harus menghadapi berbagai tantangan sebagai penyandang disabilitas, ia berhasil menyelesaikan pendakian yang menjadi pengalaman pertamanya mendaki gunung bersalju di luar negeri.

"Perjalanannya cukup berat dan memakan waktu sekitar 11 hari," kata Anggi Wahyuda kepada Warta Kota.

Ia mengaku bangga dapat menyelesaikan pendakian tersebut.

Baca juga: Anggi Wahyuda Sukses Hibur di Warta Kota Awards 2026, Suarakan Kesetaraan Penyandang Disabilitas

"Ini adalah pengalaman pertama saya mendaki gunung bersalju di luar negeri. Jalurnya memang menantang, namun sangat berharga," ujarnya.

Menurut Anggi, persiapan menjadi kunci utama menghadapi medan yang berat.

"Saya percaya, risiko atau rintangan yang besar bisa diminimalisir jika kita melakukan persiapan fisik dan mental yang matang."

"Kita harus memahami jalur dan potensi hambatan yang akan dihadapi sebelum memulai perjalanan," lanjutnya.

Biaya Pendakian Capai Rp50 Juta per Orang

Anggi mengungkapkan seluruh biaya pendakian menggunakan dana pribadi tanpa dukungan sponsor.

Menurutnya, tantangan terbesar justru berasal dari biaya perjalanan menuju Nepal.

"Kendala terbesarnya adalah dana, haha. Biaya pendakian ke luar negeri tidak murah, minimal per orang membutuhkan sekitar Rp50 juta. Kemarin kami berangkat berempat, jadi total biayanya sekitar Rp200 juta," katanya.

Baca juga: Usulan 6 Golongan Baru Penerima Transum Gratis di Jakarta, Pendamping Disabilitas hingga Korban PHK

Meski demikian, ia merasa bangga karena sebagian besar perlengkapan yang digunakan merupakan produk lokal Indonesia.

"Satu hal yang membuat saya bangga adalah sebagian besar perlengkapan mendaki yang saya gunakan merupakan produk buatan lokal Indonesia," ujarnya.

Film Dokumenter Raih Piala Citra

Pendakian tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga bagian dari kampanye bertajuk Satu Langkah Lagi.

Perjalanan itu kemudian diangkat menjadi film dokumenter yang didaftarkan ke Festival Film Indonesia (FFI).

"Alhamdulillah film dokumenternya dapat Piala Citra. Sekarang aku daftarkan ke festival di Amerika Serikat. Sedang dalam tahap seleksi," ungkap Anggi.

Melalui pencapaiannya, Anggi berharap masyarakat memberikan ruang dan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas.

Ia ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih mimpi.

"Pesan saya untuk masyarakat luas, berikan kami kesempatan dan kepercayaan, maka kami akan membuktikan bahwa penyandang disabilitas juga mampu berbuat banyak hal seperti orang lain pada umumnya," tutur Anggi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.