TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tren gaya hidup sehat di kalangan Generasi Z membuka peluang baru bagi perkembangan obat bahan alam atau jamu di Indonesia.
Kepala BBPOM Yogyakarta, Ani Fatimah Isfarjani menjelaskan obat bahan alam memiliki beberapa klasifikasi, yaitu jamu, obat herbal terstandar, fitofarmaka, dan obat berbahan alam lainnya.
Menurut dia, keempat klasifikasi tersebut memiliki dampak positif bagi masyarkat, khususnya dalam menjaga kesehatan.
Menurut dia, generasi Z yang kini lebih peduli terhadap kesehatan justru menjadi peluang bagi pengusaha jamu untuk berinovasi.
Pelaku usaha perlu menghadirkan produk dengan formulasi yang tepat, rasa yang lebih diterima masyarakat, serta kemasan yang menarik.
Dengan demikian obat berbahan alam atau jamu dapat dikonsumsi generasi Z.
"Jadi kami mencoba memfasilitasi atau menjembatani antara akademisi dengan pelaku usaha, sehingga penelitian-penelitian ilmiah atau publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh akademisi bisa digunakan oleh pelaku usaha untuk mengembangkan produk-produk bahan alam. Sehingga lebih bisa mengikuti tren zaman," jelasnya dalam Tribun Jogja Podcast, Rabu (15/7/2026).
Baca juga: Tinjau Proyek Rp307 Miliar, Sri Sultan HB X Minta Fasad Gedung DPRD DIY Tak Terkesan seperti Benteng
"Jadi mulai dari kemasannya harus mengikuti tren. Mungkin bagaimana dalam bentuk ekstrak agar lebih mudah diminum. Lalu juga kemudian bagaiaman agar rasanya bisa diterima. Kalau brotowali itu kan pahit sekali kalau langsung diminum. Nah ini kan perlu inovasi. Sehingga kita bisa membudayakan atau mengembangkan bahan-bahan alam yang luar biasa di Indonesia ini," sambungnya.
Ia menyebut potensi obat bahan alam tidak hanya untuk kesehatan, namun juga membuka peluang wisata.
Peluang wisata tersebut dikembangkan karena di DIY memiliki sentra jamu. Kesadaran masyarakat di DIY dalam mengelola obat bahan alam pun sangat baik.
"Ini kan juga potensi, seperti di Bantul, di Kota Yogyakarta, itu ada sentra jamu. Ini kan bisa dikembangkan jadi potensi wisata. Bisa dikembangkan juga dengan desa wisata," lanjutnya.
Sementara itu, Dimas Kota Yogyakarta 2025, Dimas Seno menilai konsep wisata wellness sangat sesuai dengan karakter Gen Z. Ia menilai generasi Z mulai peduli terhadap kesehatan, bahkan menjadi tren global.
"Jadi tidak hanya datang ke tempat yang viral, tetapi juga mengenal diri sendiri, kembali ke alam, dan mengonsumsi minuman herbal," ujarnya.
Dimas pun mengajak generasi muda untuk terus menjaga kesehatan sekaligus melestarikan budaya minum jamu.
"Terus berolahraga, jaga kesehatan. Minuman herbal merupakan warisan budaya yang baik untuk dilestarikan sebagai bagian dari gaya hidup sehat," imbuhnya. (maw)