Kemenkes dan Universitas Riau Angkat Bicara Usai Wafatnya dr. Alex Cristo Loris di Siak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penemuan sesosok mayat di semak belukar di samping RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Riau, pada Selasa (14/7/2026) siang menggemparkan warga sekitar dan tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut.
Setelah dilakukan penelusuran, korban diketahui merupakan dr. Alex Cristo Loris, dokter asal Maluku yang tengah menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Riau.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, dr. Alex dikabarkan hilang sejak Senin (13/7/2026) sekitar pukul 18.20 WIB.
Dr. Alex diketahui baru sekitar satu minggu menjalani stase luar kota di RSUD Tengku Rafian, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Siak.
Kementerian Kesehatan dan Universitas Riau buka suara atas kejadian tersebut.
Kemenkes menyampaikan belasungkawa atas wafatnya dr. Alex Cristo Loris.
Kemenkes menyebut kepergian dr. Alex menjadi duka bagi keluarga, rekan sejawat, serta seluruh insan kesehatan di Indonesia.
"Dedikasi dan semangat pengabdian yang telah diberikan akan selalu dikenang," tulis Kementerian Kesehatan.
Saat dikonfirmasi terkait penyebab pasti pasti meninggalnya dr. Alex Cristo Loris, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik (Humas) Aji Muhawarman menyatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan dari pihak berwenang.
Baca juga: Kronologi Dokter Alex Ditemukan Tewas di Semak Belukar RSUD Siak, Polisi Tunggu Hasil Autopsi
"Kami masih menunggu laporan dari daerah," kata dia saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Kamis (16/7/2026).
Sementara pihak kampus, Universitas Riau juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya dr. Alex Cristo Loris.
Melalui siaran pers, Universitas Riau membenarkan bahwa almarhum merupakan mahasiswa PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif semester tiga yang sedang menjalani stase luar kota di RSUD Tengku Rafian.
Pihak kampus membeberkan kronologis kejadian sebelum jenazah dr Alex ditemukan.
Setelah dr. Alex hilang kontak pada Senin pukul 18.20 WIB, rekan sesama PPDS, dokter koas, dan petugas keamanan rumah sakit langsung melakukan pencarian.
Pada pukul 21.30 WIB, Chief Residen Anestesi yang bertugas di RSUD Tengku Rafian menghubungi dokter supervisor dan Chief Residen di rumah sakit pendidikan utama.
Selanjutnya dilakukan pelacakan menggunakan aplikasi Find My iPhone sejak pukul 22.00 WIB hingga Selasa pukul 07.30 WIB, namun keberadaan dr. Alex belum berhasil ditemukan.
Baca juga: Dokter Spesialis Anestesi RSUD Tengku Rafian Siak Riau Ditemukan Tewas di Semak Belukar
Karena pencarian belum membuahkan hasil, dokter supervisor berencana melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, petugas keamanan RSUD Tengku Rafian menemukan jenazah dr. Alex di area samping rumah sakit.
Universitas Riau kemudian berkoordinasi dengan pihak RSUD Tengku Rafian dan instansi terkait.
Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk menjalani pemeriksaan forensik dan autopsi.
"Pihak kampus juga memfasilitasi proses pemulasaraan jenazah, transportasi menuju rumah duka di Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir, serta mengirimkan perwakilan civitas akademika untuk melayat," kata Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Armia.