TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Misteri penemuan jasad pria yang ditemukan terkubur di pekarangan samping rumahnya di Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, mulai menemui titik terang.
Polisi telah mengamankan terduga pelaku yang diduga terkait dengan kematian korban yang diketahui bernama Gatot.
Informasi penangkapan tersebut diunggah oleh akun media sosial @Ngjk24jam.
Dalam unggahan itu disebutkan, seorang perempuan berinisial DMG (19) bersama seorang teman laki-lakinya berhasil diamankan aparat kepolisian di wilayah Sidoarjo.
Kapolsek Benarkan Penangkapan
Kapolsek Ngronggot, AKP Totok Hariyanto, membenarkan adanya penangkapan tersebut.
Menurutnya, kedua terduga pelaku diamankan pada dini hari dan kini telah berada dalam penanganan kepolisian.
"DMG, 19 tahun, ditangkap bersama teman laki-lakinya di wilayah Sidoarjo," ujar AKP Totok Hariyanto.
Meski demikian, Totok belum menjelaskan secara rinci mengenai identitas maupun peran masing-masing terduga pelaku.
Ia menyebut seluruh informasi lengkap akan disampaikan secara resmi oleh Polres Nganjuk.
"Terkait data lengkap akan dirilis Polres Nganjuk," tambahnya.
Kasus ini sebelumnya menghebohkan warga setelah jasad Gatot ditemukan terkubur di pekarangan samping rumahnya.
Sebelum penemuan tersebut, sejumlah warga mengaku sempat mendengar teriakan minta tolong dari dalam rumah korban.
Salah seorang warga, Mohammad Ali Ridho, mengatakan suara itu terdengar pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
"Warga mendengar ada teriakan meminta tolong," ujar Mohammad Ali Ridho.
Saat itu, menurut warga, di dalam rumah hanya ada korban, anak perempuan angkatnya yang berusia sekitar 20 tahun, serta kekasih anak tersebut. Sementara istri korban diketahui sedang bekerja.
Selain teriakan minta tolong, warga juga mengaku sempat mendengar percekcokan dari dalam rumah korban.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kaloran, Joko Hari Karyono, mengatakan warga sempat mengetahui adanya pertengkaran, tetapi tidak ikut campur karena mengira hanya persoalan keluarga.
"Di rumah ini sempat terjadi pertengkaran. Meski begitu karena menganggap urusan keluarga, warga tak mau ikut campur atau melerai," ujarnya.
Setelah kejadian tersebut, Gatot tidak lagi terlihat.
Keluarga sempat menyampaikan kepada warga bahwa korban menghilang. Bahkan beredar informasi korban berada di Jombang hingga Malang.
Namun penjelasan itu justru memunculkan kecurigaan warga.
"Menurut keyakinan saya, Pak Gatot tidak mungkin hilang. Dia normal, tidak pikun. Daya ingatnya normal," kata Joko Hari Karyono.
Kecurigaan warga akhirnya mengarah ke pekarangan samping rumah korban.
Mereka menemukan gundukan tanah yang tampak masih baru dengan susunan genting dan batang pohon pisang di atasnya.
Warga juga mencium bau menyengat serta menemukan bercak darah di dekat kamar mandi.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada polisi.
Kapolsek Ngronggot AKP Totok Hariyanto mengatakan pihaknya bersama Tim Inafis Polres Nganjuk langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.
"Kita hubungi dari Inafis Polres untuk membuka gundukan tanah. Setelah dibuka ternyata ada sesosok mayat di sana," jelasnya.
(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)