TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Belasan titik penambangan emas tanpa izin (PETI) berada di Geopark Merangin di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.
Keberadaan tambang emas ilegal dikawasan tersebut, mengancam kelestarian taman bumi berusia jutaan tahun yang masuk dalam UNESCO Global Geopark (UGG).
General Manager Badan Pengelola Merangin Jambi Unesco Global Geopark, Agus Zainuddin, menjelaskan ada belasaan titik PETI di kawasan Zona Inti dan Zona Karst.
"Ya, di Zona Inti wilayah Geopark Merangin itu ada sekitar tujuh titik yang dijadikan tempat aktivitas tambang emas tanpa izin. Di Zona Karst aman tidak ada. Tapi, ditemukan agak jauh dari situs Goa Sengayau. Untuk di Zona Kompleks Masurai juga aman, tidak ada aktivitas PETI," terang Agus Zainuddin, Selasa (14/7).
Geopark merupakan "kapsul waktu raksasa" yang menyimpan fosil flora purba berusia sekitar 300 juta tahun (zaman Permian awal). Adanya PETI akan merusak laboratorium di Merangin yang berusia jutaan tahun.
Temuan PETI di Zona Inti
Agus Zainuddin memaparkan sebaran lokasi tambang emas ilegal yang ditemukan pihak pengelola.
Geopark Merangin terdiri dari tiga zona, yaitu Zona Inti, Zona Karst, Zona Kompleks Masurai.
Zona Inti, wilayahnya dari Desa Air Batu sampai Desa Biuku Tanjung.
Baca juga: Kronologi Pembunuhan di Kebun Sawit Tanjabtim Jambi, Diduga Dipicu Sengketa Lahan
Baca juga: Diduga Kelelahan Berenang, Bocah 7 Tahun di Tebo Jambi Terseret Arus Sungai Batanghari
"Di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) itu termasuk Zona Inti. Lokasinya tidak boleh dijadikan sebagai tempat aktivitas penambangan emas tanpa izin," kata Agus Zainuddin kepada Tribun Jambi.
Di Zona Inti terdapat 4 situs, yaitu situs Granitoid Tantan Air Batu, situs Fosil Kayu Teluk Gedang, situs Fosil Daun Muara Karing, dan situs Teluk Wang.
"Nah, keempat situs itu masuk ke dalam Zona Inti, karena sertifikat pengakuan dunianya ada di empat situs ada di zona tersebut," jelas Agus Zainuddin.
Selain itu, Agus Zainuddin mengatakan di lokasi Zona Inti juga dimanfaatkan untuk Geowisata Arum Jeram. Tepatnya sepanjang daerah aliran sungai, mulai dari Dusun Air Batu (Taman Geopark Merangin) hingga Teluk Wang, yang panjangnya sekira 18 kilometer.
"Di situ memang tidak boleh ada aktivitas PETI. Tapi, saat kami meninjau lokasi Zona Inti itu, kami menemukan adanya aktivitas PETI," ujarnya.
Surati Polisi
Terkait keberadaan PETI di Geopark Merangin, pihak pengelola sudah menyurati pihak berwajib agar ada pengamanan dan penertiban.
"Setelah ada surat itu, lalu dilakukan operasi. Aktivitas PETI di lokasi itu sempat hilang," kata Agus.
Namun, setelah itu muncul lagi aktivitas PETI di Zona Inti yang dilakukan sekelompok orang tidak dikenal (OTK) lainnya.
"Sudah kami surati sebanyak dua kali, tapi tidak ditindaklanjuti. Ada juga pihak Polda Jambi datang meminta untuk tertibkan aktivitas PETI di lokasi Geopark Merangin," jelasnya.
Agus Zainuddin mengatakan, meski ada aktivitas PETI di Zona Inti, empat situs yang ada kondisinya masih aman.
"Namun, di jalur Ggeowisata Arung Jeram, sebelah kanan daerah aliran sungai itu ada beberapa titik PETI. Memang, ada ditemukan aktivitas PETI," ungkapnya.
Baca juga: Kaum Hawa Ramaikan Nobar di Tugu Keris Jambi, Demi Lihat Messi
Temuan di Dekat Goa Sengayau, Zona Karst
Sementara di Zona Karst, Agus menuturkan pihaknya tidak menemukan penambangan emas ilegal di sana.
Sedangkan di Zona Karst, mulai dari Goa Tiangko sampai Goa Sengering itu, clear tidak ada aktivitas PETI. Namun, di Goa Sengayau ada aktivitas PETI. Agak jauh dari guanya,
Kemudian di Zona Kompleks Masurai, pihak pengelola tidak menemukan ada aktivitas penambangan emas tanpa izin.
Sebagai Informasi, pada 10 Agustus hingga 15 Agustus 2026, Unesco Global Geopark (UGG) Kabupaten Merangin, Jambi, akan kembali dinilai ulang oleh UNESCO, apakah masih memiliki standar UNESCO, apakah tidak. Ancaman utamanya adalah dari adanya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
"Untuk oknum-oknum yang melakukan aktivitas PETI, kami harapkan untuk berhenti melakukan aktivitas PETI. Karena ini bukan hanya aset Kabupaten Merangin saja, tetapi aset Indonesia untuk dunia. Di seluruh Indonesia hanya ada 12 UNESCO Global Geopark, di Merangin ada satu, di Sumatera ada tiga, di seluruh dunia itu hanya ada 250 UNESCO Global Geopark," kata Agus Zainuddin.
Keberadaan PETI di Geopark Merangin
1. Zona Inti:
- Lokasi: dari Desa Air Batu sampai Desa Biuku Tanjung
- Situs: situs Granitoid Tantan Air Batu, situs Fosil Kayu Teluk Gedang, situs Fosil Daun Muara Karing, situs Teluk Wang
- Ada Geowisata Arum Jeram: dari Dusun Air Batu hingga Teluk Wang (18 Km)
- Status: ada 7 PETI
- Lokasi PETI: beberapa titik sepanjang jalur geowisata arung jeram
2. Zona Karst:
- Lokasi dari Goa Tiangko sampai Goa Sengering
- Status: tidak ada PETI
- Lokasi PETI: ada beberapa PETI di dekat Goa Sengayau
3. Zona Kompleks Masurai
- Status: tidak ada PETI. (*)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Diduga Kelelahan Berenang, Bocah 7 Tahun di Tebo Jambi Terseret Arus Sungai Batanghari
Baca juga: Penonton di Tugu Keris Jambi Nekat Bawa Bendera Portugal, Selebrasi Siuuu Jadi Sorotan