SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Harapan suporter Sriwijaya FC agar Laskar Wong Kito tetap berlaga di Liga 3 (Liga Nusantara) musim 2026/2027 mulai menemukan secercah harapan.
Wakil Presiden Sriwijaya FC musim lalu yang juga Ketua Umum Askot PSSI Palembang, Mohammad David, mengungkapkan sejumlah investor telah menunjukkan keseriusan untuk membantu menyelamatkan Sriwijaya FC.
Meski demikian, David menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan Komisaris Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Alexander Rusli, selaku pemilik klub yang saat ini berada di Jakarta.
"Untuk saat ini sudah ada beberapa investor yang mendekati. Tetapi keputusannya tetap ada di tangan manajemen yang ada di Jakarta, Pak Alex selaku owner Sriwijaya FC. Jadi kita masih menunggu," kata Mohammad David kepada Sripoku.com.
David mengungkapkan komunikasi dengan Alexander Rusli hingga kini terus dilakukan untuk membahas tindak lanjut calon investor yang siap masuk mendukung kebangkitan Sriwijaya FC.
"Nah, untuk tindak lanjut kepastian saat ini, kita masih tetap terus berkomunikasi dengan Pak Alex tentang Sriwijaya FC nanti untuk investor yang baru," ujarnya.
Tak hanya menunggu keputusan, David memastikan dirinya siap menjadi jembatan antara investor dengan manajemen agar proses penyelamatan Sriwijaya FC dapat segera terealisasi.
"Tapi kalau ada investor yang ingin masuk membantu Sriwijaya FC, nanti kita sama-sama duduk bareng bersama manajemen yang ada di Jakarta dan saya untuk membicarakan tentang kelanjutan SFC ini," jelasnya.
Di tengah derasnya isu Sriwijaya FC berpotensi vakum usai terdegradasi ke Liga 3, Mohammad David justru melontarkan pernyataan yang mengejutkan.
Ia memberi batas waktu hingga Agustus 2026 kepada manajemen untuk menentukan arah klub.
Apabila hingga saat itu belum ada langkah nyata, David mengaku siap mengambil inisiatif sendiri demi memastikan Sriwijaya FC tetap memiliki persiapan menghadapi kompetisi.
"Yang pasti sebelum kompetisi kita sudah harus persiapan. Kalau di bulan Agustus belum ada pergerakan, saya akan mencoba bergerak sendiri memulai latihan," tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa masih ada pihak yang berupaya menjaga eksistensi Sriwijaya FC di tengah ketidakpastian yang melanda klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan tersebut.
CEO David FC itu mengaku telah menyiapkan program training camp (TC) di Palembang sebagai langkah awal membentuk kerangka tim.
• Eks Kiper Sriwijaya FC Geri Mandagi Utamakan Klub yang Aman Finansial
Sejumlah mantan pemain Sriwijaya FC yang musim lalu membela Laskar Wong Kito telah masuk dalam daftar pemanggilan, termasuk pemain-pemain muda hasil pembinaan Elite Pro Academy (EPA).
Nama gelandang Nugroho Fatchur Rochman dan winger muda Mukhti Arya Muslim menjadi dua di antara pemain yang diproyeksikan mengikuti pemusatan latihan.
"Kita memanggil beberapa pemain untuk mengikuti TC di Palembang. Mungkin pemain lama seperti Nugroho Fatchur Rochman, Mukhti Arya Muslim, serta beberapa pemain EPA. Ini murni inisiatif kami," ungkap David.
Menurutnya, persiapan lebih awal menjadi kunci agar Sriwijaya FC tidak kehilangan momentum ketika Liga 3 musim 2026/2027 resmi bergulir.
Dengan adanya investor yang mulai merapat dan rencana pemusatan latihan yang telah disiapkan, peluang Sriwijaya FC untuk bangkit dan kembali bersaing di sepak bola nasional masih terbuka lebar. Kini, seluruh mata suporter tertuju pada keputusan manajemen di Jakarta yang akan menentukan nasib Laskar Wong Kito dalam beberapa pekan ke depan.