TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama 10 Asosiasi Desa di Indonesia menggelar seminar nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (16/7/2027).
10 asosiasi tersebut diantaranya DPP APDESI Merah Putih, DPP APDESI, DPP AKSI, DPP PAPDESI, KOMPAKDESI, PP PPDI, DPN PPDI, DPP ABPEDNAS, DPP PABPDSI, dan DPP Gema Desa Nuswantoro.
Diskusi bertajuk "Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk Mewujudkan Kedaulatan Ekonomi Rakyat" ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto, Mendes PDT Yandri Susanto, serta Wamendes PDT Ahmad Riza Patria.
Hadir pula sebagai narasumber yakni Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota, dan Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menjelaskan, inisiasi ini berawal dari diskusi intensif bersama para perwakilan desa untuk mengawal kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
"Bagaimana kebijakan hebat Bapak Presiden itu dipahami secara benar dan kita bisa kawal secara bersama-sama. Karena lokusnya ada di desa, program ini adalah Astacita yang keenam, jabaran 12 aksi bangun desa," kata Yandri dalam sambutannya.
Menurut Yandri, seminar nasional ini bertujuan memberikan gambaran utuh mengenai Koperasi Desa Merah Putih agar tercipta kesepahaman dan kekompakan antara pemerintah pusat dan aparatur desa.
"Kita ingin membangun sekali lagi kesepahaman, kemudian kekompakan, kebersamaan. Kami di Kementerian Desa tentu ingin sekali program ini benar-benar sukses dan berhasil karena menggunakan dana desa," ujarnya.
Yandri mengutip pernyataan proklamator Mohammad Hatta mengenai pentingnya pembangunan dari desa.
Ia mengibaratkan koperasi desa sebagai cahaya yang akan menyinari Indonesia.
"Maka inilah kata Bung Hatta, 'Indonesia tidak akan pernah bersinar dengan satu obor di Monas, tapi Indonesia akan menyala dengan lilin-lilin kecil yang ada di desa-desa'. Lilinnya itu Bapak Ibu adalah Koperasi Desa Merah Putih," ucapnya.
Yandri juga menekankan bahwa kehadiran koperasi ini tidak akan mematikan unit ekonomi yang sudah ada di desa, melainkan menjadi wadah kolaborasi.
"Kementerian Desa dengan lahirnya Koperasi Desa Merah Putih, karena sudah ada Badan Usaha Milik Desa, ada UMKM, ada warung-warung kecil, insyaallah akan kita bangun kolaborasi yang luar biasa. Tidak akan ada saling meniadakan dan saling menjatuhkan. Kita akan atur sedemikian rupa, kita saling menguatkan satu sama lain," tegasnya.
Seminar ini diikuti oleh perwakilan desa dari seluruh pelosok tanah air, mulai dari Papua hingga Aceh.
Yandri berharap para peserta dapat menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.