Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG -Pemerataan akses pendidikan di Kabupaten Kepahiang menjadi sorotan DPRD setempat.
Selain masih terjadi ketimpangan jumlah murid dan distribusi guru di sejumlah sekolah, kondisi bangunan sekolah yang dinilai belum layak juga menjadi perhatian serius.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kepahiang, Bambang Asnadi, menyoroti persoalan pemerataan pendidikan di Kabupaten Kepahiang yang hingga kini masih menjadi tantangan bagi pemerintah daerah.
Menurut Bambang, masalah tersebut bukan hanya terkait minimnya jumlah peserta didik di sejumlah sekolah, tetapi juga menyangkut pemerataan tenaga pendidik serta kondisi bangunan sekolah yang belum layak.
Upaya pemerataan guru dan peserta didik membutuhkan langkah yang lebih tegas agar ketimpangan yang terjadi selama ini dapat diatasi.
Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah mencegah berbagai praktik yang berpotensi menghambat pemerataan siswa antar sekolah.
Baca juga: Sejumlah Kepala OPD Kepahiang Berpotensi Dirotasi, Pemkab Tunggu Hasil Asesmen BKN
"Upaya pemerataan guru dan murid ini memang harus ada langkah tegas untuk menanggulanginya, salah satunya dengan mencegah praktik-praktik kecurangan," kata Bambang.
Selain persoalan murid dan guru, Bambang juga menyoroti masih banyaknya bangunan sekolah yang membutuhkan perbaikan.
Namun kondisi tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari keterbatasan kemampuan keuangan daerah.
"Sementara untuk pemerataan bangunan sekolah tidak layak ini menyangkut kondisi keuangan kita yang juga saat ini sangat terbatas di tengah efisiensi," ungkap Bambang.
Karena itu, DPRD Kepahiang berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan di daerah.
Dukungan anggaran dari pemerintah pusat sangat diperlukan agar upaya pemerataan kualitas pendidikan dapat berjalan lebih cepat dan merata.
"Kedepan kita sama-sama berharap adanya perhatian dari pusat untuk membantu upaya pemerataan pembangunan ini," pungkas Bambang.