– Kecelakaan maut yang melibatkan sebuah mobil Honda CR-V di Tol Malang-Pandaan KM 72, Rabu (15/7/2026) malam, menewaskan lima orang dari satu keluarga. Sebelum menghantam truk yang berhenti di bahu jalan, mobil rombongan wisata tersebut diduga sempat melaju tidak normal. Dugaan sementara dari pihak keluarga, pengemudi mengalami kelelahan atau mengantuk. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Empat korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan satu korban lainnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Lima korban meninggal masing-masing berinisial MI (37) selaku pengemudi, MH (36), HH (39), HN (38), dan WPP (2). Sementara itu, empat penumpang lainnya mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan di RSUD Bangil serta RS Mitra Sehat Medika Pandaan.
Sepupu korban, Mulyadi, mengatakan rombongan keluarga besar tersebut baru kembali dari berwisata di kawasan Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Mereka menggunakan dua mobil, dengan kendaraan yang dikemudikan RI berada tepat di belakang Honda CR-V milik MI.
Menurut Mulyadi, semula mobil melaju sekitar 100 kilometer per jam. Namun, saat memasuki KM 72, kendaraan perlahan mengurangi kecepatan dan bergerak ke sisi kiri secara tidak wajar.
Pengemudi mobil di belakang berulang kali membunyikan klakson untuk memberikan peringatan. Meski demikian, Honda CR-V tetap melaju ke arah kiri hingga akhirnya menabrak bagian belakang truk bak terbuka yang sedang berhenti di bahu jalan.
"Dari mobil yang di belakang, awalnya kecepatan 100 kilometer per jam, lalu turun terus dan bergerak ke kiri. Sudah diklakson berkali-kali, tetapi akhirnya menabrak truk," ujar Mulyadi.
Ia menduga pengemudi kemungkinan mengantuk saat mengemudi. Namun, ia menyerahkan sepenuhnya penyelidikan penyebab kecelakaan kepada pihak kepolisian.
Sementara itu, Kautsar Ramadhani (35), istri Mulyadi, mengatakan rombongan tersebut terdiri dari sekitar 15 anggota keluarga yang berangkat berwisata menggunakan tiga kendaraan. Sebelum berangkat, seluruh anggota keluarga masih sempat berkumpul dan bercengkerama seperti biasa.
"Masih ngobrol dan bercanda seperti biasa. Kami sama sekali tidak menyangka kejadian seperti ini akan menimpa keluarga," ujarnya.
Rencananya, lima korban akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pegirian, Surabaya.