TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Beginilah kronologi kecelakaan di Simpang Maut Stabat.
Seorang pejalan kaki ditabrak sebuah mobil Avanza.
Diduga kecelakaan ini terjadi karena pengemudi Avanza yang kurang konsentrasi.
Baca juga: Alasan Bupati Langsung Copot Kaban Kesbangpol dan Ketua FKDM Deli Serdang
Masyarakat di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mendadak heboh.
Pasalnya terjadi kecelakaan lalu lintas tepatnya disekitar tugu Simpang Maut pada, Rabu (15/7) 2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
"Benar telah terjadi kecelakaan lalulintas antara satu unit mobil Toyota Avanza BK 1503 LAN kontra pejalan kaki atasnama Ahmad Mubarok," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Langkat, Ipda Budi Sihotang, Kamis (16/7/2026).
Baca juga: Alasan Bupati Cepat-Cepat Copot Kaban Kesbangpol dan Ketua FKDM Deli Serdang
Menurut Budi, sebelum terjadinya kecelakaan, mobil Toyota Avanza BK 1503 LAN datang dari arah Tanjung Pura menuju Kota Medan.
Sedangkan pejalan kaki Ahmad Mubarok (23) berada di pulau jalan.
"Setibanya di TKP, diduga pengemudi mobil Toyota Avanza BK 1503 LAN kurang konsentrasi, sehingga menabrak pulau jalan dan naik ke pulau jalan, kemudian menabrak pejalan kaki Ahmad Mubarok," kata Budi.
Atas kejadian itu, pejalan kaki tersebut mengalami luka-luka.
"Pejalan kaki megalami kepala pusing, pergelangan tangan sebelah kiri lecet, dan tulang jempol kaki sebelah kanan bergeser. Saat ini korban sudah mendapat perawatan di RSU Putri Bidadari," ujar Budi.
Baca juga: SOSOK Yuenchi Arwindi, Pengacara Muda Dituding Jadi Simpanan Febrie Adriansyah, Kini Klarifikasi
Sementara mobil yang mengalami rusak pada bagian depan, sudah dibawa ke Unit Gakkum Satlantas Polres Langkat.
Sebelumnya seorang pejalan kaki tewas terlindas truk di Clincing, Jumat (29/5/2026). Korban pemuda berusia 25 tahun mengalami insiden maut itu di sekitar pos polisi Clincing, Jakarta Utara.
Truk langsung terhenti di lokasi kejadian usai insiden berlangsung.
Korban mengenakan kemeja batik dan sarung hitam dilaporkan sempat tersangkut di ban bagian belakang kendaraan besar tersebut.
Warga sekita sekaligus saksi mata, Adi (36) menyampaikan kronologi kecelakaan itu.
Awalnya, korban hendak menyeberang jalan.
Namun, nasib nahas menimpanya sebelum berhasil mencapai sisi jalan sebelah.
"Korban katanya mau menyeberang jalan. Tapi diduga korban tersandung trotoar di pinggir jalan hingga jatuh ke jalan raya," katanya, Jumat (29/5/2026).
Saat korban terjatuh ke aspal, dari arah kanan melintas kendaraan besar tersebut.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, kecelakaan tidak dapat dihindari.
Korban pun terlindas dan meninggal dunia seketika di tempat kejadian perkara (TKP).
"Bagian kepala korban terlindas ban belakang truk,” lanjut Adi, menggambarkan kondisi korban yang langsung mengeluarkan banyak darah usai terlindas ban berukuran besar.
Kecelakaan itu menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas.
Kawasan Cilincing memang sudah lama dikenal sebagai jalur padat yang didominasi oleh kendaraan logistik bertubuh raksasa atau "kendaraan transformer".
Mewakili keresahan masyarakat setempat, Adi berharap ada langkah nyata dari pihak terkait agar tragedi serupa tidak terulang kembali di masa depan.
"Semoga ke depan enggak ada lagi kejadian serupa," imbuhnya.
Pihak kepolisian bergerak cepat merespons laporan warga. Tak lama setelah kejadian, sejumlah anggota kepolisian dari Lalu Lintas Satuan Wilayah (Satwil) Jakarta Utara langsung tiba di lokasi untuk mengamankan area TKP.
Selain fokus pada proses evakuasi jenazah korban yang sempat tersangkut, petugas kepolisian juga sibuk mengatur arus lalu lintas di sekitar Pos Polisi Cilincing.
Langkah cepat ini dilakukan guna mengurai volume kendaraan dan mencegah terjadinya kemacetan parah di jalur padat tersebut selama proses evakuasi berlangsung.
(*/tribun-medan.com)