Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Resmi Diluncurkan di Jambi
Suci Rahayu PK July 16, 2026 03:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – BPJS Ketenagakerjaan Jambi resmi meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan peserta dan ahli waris penerima manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan. Program tersebut diluncurkan di Aula Bapperida Kota Jambi, Kamis (16/7/2026).

Kepala Kantor Wilayah Sumbagsel BPJS Ketenagakerjaan, Kuncoro Budi Winarno, mengatakan Program PEKA dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan yang dapat menjadi modal membangun usaha mandiri.

"Melalui program ini kami berupaya memaksimalkan perlindungan bagi tenaga kerja, tidak hanya melalui manfaat santunan, tetapi juga dengan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat pekerja di Kota Jambi," ujarnya.

Menurut Kuncoro, santunan yang diterima peserta maupun ahli waris diharapkan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga dimanfaatkan secara produktif sebagai modal usaha.

Pada tahap awal, sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan yang terdiri atas enam ahli waris penerima manfaat Jaminan Kematian (JKM), empat peserta klaim Jaminan Hari Tua (JHT), satu peserta klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan sembilan peserta penerima Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Pelatihan yang diberikan meliputi berbagai bidang keterampilan, seperti pengolahan makanan, barista dan konten kreator, serta menjahit.

Baca juga: Mobil Polisi Siaga di RSUD Raden Mattaher Jambi, Wapres Gibran Kunjungan ke RS

Baca juga: Warga Antusias Sambut Kunjungan Wapres Gibran ke RSUD Raden Mattaher Jambi

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, mengapresiasi kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan bersama berbagai pihak dalam menghadirkan Program PEKA.

"Kami siap memberikan dukungan selama program ini mampu mendorong inklusi dan akselerasi keuangan bagi masyarakat," katanya.

Ia juga mengapresiasi pengembangan Kampung Bahagia yang dinilai memiliki banyak potensi untuk dikolaborasikan melalui Program PEKA guna melahirkan pelaku UMKM baru.

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Jambi Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Feriadi, menilai Program PEKA sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Jambi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian ekonomi.

"Program PEKA merupakan langkah nyata agar masyarakat mampu bangkit dan mandiri. Paradigma pemberdayaan harus diarahkan menjadi kemandirian," ujarnya.

Feriadi menegaskan Pemerintah Kota Jambi akan terus memperkuat kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan guna meningkatkan perlindungan pekerja sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat. Ia berharap program tersebut mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha mikro yang mandiri, membuka lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi, Hendra Elvian, menjelaskan Program PEKA merupakan inovasi yang memperluas manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan, tidak hanya berupa perlindungan finansial, tetapi juga pemberdayaan ekonomi bagi peserta dan ahli waris penerima manfaat.

Menurut Hendra, BPJS Ketenagakerjaan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah dan para pemangku kepentingan sedang menyusun skema kerja sama agar Program PEKA dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Baca juga: KPK Didorong Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Hendardi Singgung Ujian Integritas

Ia mengungkapkan, berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, terdapat lebih dari 3.900 pekerja rentan yang telah terlindungi melalui program Pemerintah Kota Jambi.

Pelatihan akan didukung melalui anggaran Pemerintah Kota Jambi maupun Balai Latihan Kerja (BLK).

 Selain pelatihan, peserta juga akan memperoleh pendampingan, pembinaan, hingga akses bantuan permodalan melalui sinergi dengan Bank Jambi dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

"Program ini ditujukan bagi mereka yang memiliki kemauan untuk belajar dan berkembang. Harapannya, manfaat uang tunai yang diterima peserta maupun ahli waris dapat diubah menjadi modal usaha yang produktif. Pada tahap awal kami menargetkan sekitar 30 peserta mengikuti pelatihan, namun terealisasi 20 orang. Ke depan diharapkan pesertanya semakin banyak," tutup Hendra. (adv)

 

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Baca juga: Wapres Gibran ke Jambi Pakai Gaya Rambut Curtain Haircut era 90-an, Tipis Samping

Baca juga: Disapa Wapres Gibran saat Berobat, Warga Jambi Mengaku Senang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.