Polman Babel Dampingi Desa Wisata Matras dan Penyusuk Lewat Program Pengabdian Masyarakat
Hendra July 16, 2026 05:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan sektor pariwisata melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tahun Pendanaan 2026.

Program yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, ini Polman Babel melakukan pendampingan di dua destinasi wisata unggulan Kabupaten Bangka, yakni Desa Wisata Matras dan Ekowisata Pantai Penyusuk.

Berbagai pelatihan diberikan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, mulai dari penguatan tata kelola organisasi, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengembangan produk wisata, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai media promosi destinasi.

Di Desa Wisata Matras, Tim Pengabdian Polman Babel yang terdiri dari dosen Sari Mubaroh, Indah Riezky Pratiwi, dan Linda Fujiyanti bersama delapan mahasiswa menggelar pelatihan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Pelatihan pertama dilaksanakan pada 28 Juni 2026 dengan fokus pada manajemen tata kelola organisasi dan penyusunan SOP Pokdarwis. Peserta dibekali pemahaman mengenai pembagian tugas, administrasi organisasi, serta penyusunan SOP sebagai pedoman pelayanan wisata.

Dalam kegiatan tersebut, Pokdarwis juga menyusun dokumen SOP yang akan diterapkan pada lima bidang utama, yakni atraksi wisata, pelayanan wisata, promosi dan media digital, lingkungan dan kebersihan, serta kemitraan dan pengembangan usaha.

Selanjutnya, pada 12 Juli 2026, peserta mengikuti pelatihan pengelolaan informasi dan pengembangan konten digital pariwisata. Materi yang diberikan meliputi teknik fotografi destinasi, pembuatan video pendek, penulisan caption promosi, hingga strategi membangun identitas digital Desa Wisata Matras melalui media sosial.

Program di Matras akan berlanjut pada 19 Juli 2026 melalui pelatihan English Local Guide untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris anggota Pokdarwis dalam melayani wisatawan mancanegara.

Sementara itu, di Pantai Penyusuk, Kecamatan Belinyu, Tim Pengabdian Polman Babel yang diketuai Indah Riezky Pratiwi melaksanakan program pendampingan bertajuk Penguatan Manajemen dan Tata Kelola Ekowisata Digital Berbasis Peran.

Pelatihan yang berlangsung pada 20 Juni 2026 itu diikuti 35 peserta yang terdiri atas anggota Hutan Kemasyarakatan (HKm), Pokdarwis, pelaku UMKM, dan pemuda setempat.

Melalui sesi diskusi, praktik, dan pendampingan, peserta berhasil menyusun struktur organisasi pengelola ekowisata digital berbasis peran yang melibatkan seluruh unsur masyarakat. Selain itu, tersusun pula dokumen pembagian tugas dan tanggung jawab, mulai dari pengelola konten digital, administrator website, hingga pengelola layanan wisata.

Tahapan berikutnya dilaksanakan pada 11 Juli 2026 melalui pelatihan Pengemasan Produk dan Standarisasi Layanan Wisata Berbasis Digital melalui Optimalisasi Website Ekowisata.

Peserta mendapatkan pendampingan dalam menyusun paket wisata, mengemas produk UMKM, menerapkan standar pelayanan, serta menyajikan informasi produk dan layanan secara sistematis melalui website ekowisata.

Dari pelatihan tersebut, lahir paket produk dan layanan wisata yang lebih terstandar, meliputi produk kuliner lokal, jasa wisata, hingga layanan penyewaan fasilitas. Seluruh informasi tersebut kemudian disusun secara lebih lengkap agar mudah diakses wisatawan melalui website ekowisata.

Program di Pantai Penyusuk akan berlanjut pada 18 Juli 2026 melalui pelatihan optimalisasi pemasaran digital berbasis website. Tim pengabdian menargetkan sedikitnya lima konten promosi digital mengenai Pantai Penyusuk dan produk UMKM dipublikasikan melalui website, sekaligus menampilkan sedikitnya lima produk UMKM lengkap dengan deskripsi dan harga.

Ketua Tim Pengabdian Polman Babel, Sari Mubaroh, mengatakan pengembangan desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga memerlukan tata kelola yang baik, pelayanan yang profesional, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital.

"Desa wisata memerlukan tata kelola yang baik, pelayanan yang profesional, serta promosi digital yang mampu menjangkau wisatawan secara lebih luas. Melalui pelatihan ini kami berharap masyarakat memiliki kapasitas untuk mengelola destinasi secara mandiri dan berkelanjutan," ujar Sari kepada Bangkapos.com, Kamis (16/7/2026).

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian Pantai Penyusuk, Indah Riezky Pratiwi, menilai penguatan kapasitas masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengembangan ekowisata berbasis digital.

"Program ini dirancang untuk membangun fondasi pengelolaan ekowisata digital yang berkelanjutan. Kami memulai dari penguatan kelembagaan, dilanjutkan dengan standarisasi produk dan layanan, kemudian memperkuat pemasaran digital melalui website. Harapannya, masyarakat mampu mengelola dan mempromosikan potensi wisata secara mandiri sehingga manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan lebih luas," kata Indah.

Ketua Pokdarwis Pantai Penyusuk, Fitrawati, mengaku pendampingan yang diberikan Polman Babel membawa perubahan dalam pengelolaan destinasi wisata.

Menurutnya, masyarakat kini memiliki pembagian tugas yang lebih jelas, memahami cara mengemas produk wisata, serta semakin siap memanfaatkan website sebagai media promosi.

Melalui rangkaian program tersebut, Polman Babel tidak hanya menghadirkan pelatihan, tetapi juga membangun sistem pengelolaan destinasi wisata berbasis kolaborasi yang melibatkan perguruan tinggi, Pokdarwis, HKm, pelaku UMKM, pemuda, dan masyarakat.

Upaya itu diharapkan mampu memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan dan promosi digital, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Bangka.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.