Wagub Jihan: Pabrik Bioetanol Singkong di Lampung Masih Persiapan Lahan
Daniel Tri Hardanto July 16, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung masih mematangkan persiapan pembangunan pabrik bioetanol berbahan baku singkong yang menjadi bagian dari program hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Baca juga: Wamenperin Dorong Lampung Jadi Pusat Hilirisasi Singkong

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan saat ini pemerintah daerah masih berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian dan kementerian terkait untuk menuntaskan berbagai persiapan, terutama administrasi pembebasan lahan.

"Pemerintah sedang lakukan koordinasi dengan Kementerian Perindustrian dan juga kementerian terkait untuk persiapannya, dari administrasi pembebasan lahan dan lain sebagainya yang diharapkan. Secara teknis kita selesaikan kemudian dilanjutkan untuk bisa kolaborasi dan menyelesaikan," kata Jihan saat menghadiri kegiatan Penguatan Hilirisasi dan Daya Saing Industri Pangan dan Olahan Singkong di Ballroom Hotel Radisson, Bandar Lampung, Kamis (16/7/2026).

Menurut Jihan, kebutuhan tenaga kerja yang akan terserap dari pembangunan industri tersebut masih dalam tahap kajian.

"Itu dalam tahap kajian nanti kita akan sampaikan," ujarnya.

Terkait investor, Jihan mengatakan pemerintah masih melakukan penjajakan sembari memperkuat iklim investasi di Lampung.

"Kita sedang sosialisasikan investor juga. Dengan komitmennya harusnya kalau ini semua sudah siap, apalagi kita juga ekosistem iklim investasi di Lampung terus kita perbaiki, sehingga investor kita harapkan betul-betul serius," katanya.

Sebelumnya, dalam sambutannya pada kegiatan sosialisasi hilirisasi agro dan peningkatan daya saing industri kecil menengah, Jihan menegaskan hilirisasi singkong menjadi salah satu prioritas pembangunan ekonomi Lampung.

Jihan menyebut Lampung merupakan penghasil singkong terbesar di Indonesia dengan produksi lebih dari 7,5 juta ton pada 2025.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama PT PTPN sedang menyiapkan pembebasan lahan sebagai tahap awal pembangunan pabrik bioetanol.

"Kami sedang menyiapkan bersama PTPN untuk pembebasan lahan. Selanjutnya kami targetkan bisa dibangun pabrik bioetanol sebagai salah satu hilirisasi ubi kayu yang kita harapkan ke depan bisa menambah nilai ekonomi para petani ubi kayu," ujar Jihan.

Jihan juga mengungkapkan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menilai Lampung memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Sumatera yang didukung pelabuhan, jalan tol, dan infrastruktur logistik yang memadai.

"Secara khusus Pak Wamen memandang Lampung ini daerah yang spesial karena memang pintu gerbang Sumatera dengan perangkat-perangkat yang lengkap. Industrialisasi itu harus bergerak di Lampung, jadi Pak Wamen secara khusus akan mengawal tumbuhnya industri-industri di Lampung," katanya.

Menurut Jihan, pengembangan industri hilir singkong diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas, membuka lapangan kerja, memperkuat industri kecil dan menengah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung secara berkelanjutan.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.