SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Musi V yang menjadi bagian dari proyek strategis nasional Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Kayu Agung–Palembang–Betung (Kapal Betung), Kamis (16/7/2026).
Peninjauan tersebut merupakan agenda hari kedua kunjungan kerja Wapres Gibran di Sumatera Selatan pada 15–16 Juli 2026. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur strategis nasional di Sumsel berjalan sesuai target.
Pantauan Sripoku.com di lokasi, Wapres Gibran tiba didampingi Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa.
Setibanya di lokasi, rombongan terlebih dahulu menerima paparan mengenai perkembangan pembangunan Jembatan Musi V dan ruas Tol Kapal Betung dari Executive Vice President (EVP) Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol PT Hutama Karya (Persero), Dwi Aryono Bayuaji.
Setelah menerima paparan, Wapres bersama rombongan meninjau langsung kondisi Jembatan Musi V yang kini telah tersambung.
Dwi Aryono Bayuaji mengatakan, Wapres Gibran memberikan apresiasi atas kemajuan pembangunan yang dinilai sangat signifikan dibandingkan saat kunjungan terakhir pada September 2025.
"Terakhir beliau ke sini pada September tahun lalu, saat itu jembatan belum tersambung. Sekarang, saat kembali pada Juli 2026, Jembatan Musi V sudah tersambung. Wapres cukup mengapresiasi progres pembangunan ini," ujar Dwi kepada wartawan.
Jembatan Musi V memiliki panjang sekitar 1,7 kilometer dan membentang melintasi Sungai Musi. Infrastruktur ini merupakan bagian penting dari proyek Tol Kapal Betung sekaligus diklaim sebagai jembatan tol terpanjang di Indonesia.
Menurut Dwi, jembatan tersebut juga telah menjalani uji beban oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada awal Juli 2026 dan dinyatakan laik untuk digunakan.
PT Hutama Karya menargetkan ruas Tol Kramasan–Betung sepanjang 69 kilometer yang mencakup Seksi 1 hingga Seksi 3 dapat mulai difungsionalkan pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
"Pada libur Nataru tahun ini kami upayakan ruas Kramasan sampai Betung sudah dapat difungsionalkan. Dengan begitu, saat arus mudik Lebaran nanti kesiapan jalan maupun fasilitas pendukung sudah jauh lebih optimal," katanya.
Dwi menjelaskan, progres pembangunan saat ini menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Seksi 1 telah mencapai 92 persen, seksi 2 mencapai 93 persen dan seksi 3 telah mencapai 73 persen.
Sementara itu, proses pembebasan lahan yang masih tersisa sekitar 9 persen dari total keseluruhan proyek.
Hutama Karya menargetkan pembangunan Seksi 1 dan Seksi 2 rampung 100 persen pada akhir 2026, sedangkan Seksi 3 ditargetkan selesai pada 2027.
Keberadaan Tol Kramasan–Betung diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan, terutama bagi kendaraan logistik maupun masyarakat.
Meski selisih jarak antara jalan nasional dan jalan tol hanya sekitar 11 kilometer, yakni 80 kilometer melalui jalan nasional dan 69 kilometer melalui jalan tol, waktu perjalanan diperkirakan berkurang drastis dari sekitar tiga jam menjadi hanya satu jam.
"Efisiensi waktu ini akan sangat membantu mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik karena perjalanan menjadi lebih cepat dan biaya operasional juga lebih efisien," jelas Dwi.
Masih Terkendala Pembebasan Lahan
Meski progres pembangunan terus meningkat, proyek masih menghadapi kendala pembebasan lahan di kawasan Pangkalan Balai yang menyisakan 22 bidang tanah.
Untuk memastikan target operasional fungsional tidak terganggu, Hutama Karya telah menyiapkan skenario alternatif berupa akses keluar di kawasan Betung.
"Sambil menunggu penyelesaian pembebasan lahan di Pangkalan Balai, kami menyiapkan opsi akses keluar di Betung. Jadi ketika ruas ini difungsionalkan pada libur Nataru maupun Lebaran nanti, kendaraan tetap dapat keluar melalui Betung," tandasnya.