Pamor Atletico Madrid Terangkat Berkat Argentina dan Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Dwi Setiawan July 16, 2026 03:30 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Finalis Piala Dunia 2026 akhirnya lengkap dengan Argentina menjadi negara terkini yang mendapatkan tiket langka itu.

Argentina menyusul Spanyol ke babak final berkat kemenangan 1-2 atas Inggris di babak semifinal yang digelar di Atlanta Stadium pada Kamis (16/7/2026).

Majunya kedua negara itu tak hanya disambut antusias oleh penggemar masing-masing yang masih menghidupkan mimpi menjadi juara dunia lagi.

Ada juga klub yang tak kalah bangga dengan keberhasilan Argentina dan Spanyol ke babak final.

Klub tersebut adalah Atletico Madrid yang seperti mendapatkan promosi gratis lewat Piala Dunia 2026.

"Saya justru lebih berharap Argentina bertemu Spanyol di final," kata Bayu Ajianto, seorang football enthusiast, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Kenapa? Bukan karena Spanyol lebih lemah, tetapi karena mereka mungkin menjadi tim dengan permainan paling lengkap saat ini."

"Namun, jika melihat gaya bermain, saya menilai Argentina punya peluang lebih besar untuk mengimbangi Spanyol," sambungnya.

Baca juga: Mengenang Diego Maradona di Malam Sebelum Duel Argentina dan Inggris di Piala Dunia 1986

Promosi gratis yang dimaksud adalah lantaran Atletico Madrid akan menjadi penyumbang pemain terbanyak di final Piala Dunia 2026.

Mereka akan memiliki 9 pemainnya menjadi bagian dari Spanyol dan Argentina yang bertempur di final.

Dari sisi Spanyol, ada empat pemain Atletico Madrid yang ada di sana.

Keempat pemain tersebut adalah Marcos Llorente, Marc Pubill, Alex Baena, dan Alejandro Grimaldo.

Sayangnya dari keempat pemain tersebut, hanya ada satu penggawa saja yang mendapatkan menit bermain melimpah di ajang ini.

Pemain tersebut adalah Alex Baena yang beroperasi di sisi kiri penyerangan tim.

Baena memang tak diturunkan saat Spanyol ditahan imbang oleh Tanjung Verde di pertandingan perdana fase grup.

Namun justru itulah yang menjadi titik balik nasibnya di Piala Dunia 2026.

Pelatih Luis de la Fuente menyadari membutuhkan daya dobrak tambahan di sisi sayap daripada hanya memusatkan penyerangan di sektor tengah.

Kemunculan Baena di pertandingan kedua di fase grup melawan Arab Saudi menjadi awal yang sangat baik baginya.

Setelah itu, dirinya tak pernah absen tampil bagi Spanyol, bahkan di babak semifinal juga.

Penampilan paling apik darinya terjadi saat Spanyol berhadapan dengan Uruguay, di mana Baena mengukir satu gol.

Hal yang sama sayangnya tak bisa didapatkan oleh Grimaldo, LLorente, dan Pubill.

Grimaldo bahkan sama sekali belum tampil di lini belakang timnas Matador.

Ia kalah saing dari Marc Cucurella yang prima menjaga sisi kiri.

Sedangkan bagi Marcos Llorente, ia sempat mendapatkan menit bermain penuh.

Hal itu terjadi ketika Spanyol berhadapan dengan Uruguay di fase grup.

Selain itu, dia juga bermain penuh saat La Furia Roja ditahan imbang 0-0 oleh Tanjung Verde.

Pemain berusia 31 tahun ini baru ditampilkan lagi di babak semifinal sebagai pemain pengganti di ujung laga.

Sementara bagi Pubill, ia malah baru tampil 1 menit saja, yaitu saat berhadapan dengan Austria.

Berpindah ke sisi Argentina, ada 5 pemain Atletico Madrid yang berlaga di sana.

Kelima pemain itu adalah Juan Musso, Giuliano Simeone, Nahuel Molina, Thiago Almada, dan Julian Alvarez.

Ada beberapa nama yang sering diandalkan Argentina di beberapa pertandingan berbeda.

Julian Alvarez menjadi nama yang paling banyak mendapatkan jam terbang.

Penyerang berusia 26 tahun tersebut selalu tampil bagi Argentina sejak fase grup hingga babak semifinal.

Baru di pertandingan melawan Swiss dan Inggris saja Alvarez slelau dimainkan secara penuh.

Berpindah ke Thiago Almada yang juga cukup banyak mendapatkan menit bermain.

Almada total diturunkan di 5 dari 7 pertandingan yang sudah dijalani Albiceleste.

Hal yang kurang lebih sama juga dialami Nahuel Molina.

Sang bek sayap ini turun di 6 pertandingan Argentina di Piala Dunia 2026.

Dengan dirinya hanya sekali absen saat melawan Jordania.

Untuk Giuliano Simeone, pemain 23 tahun tersebut tampil dua kali bersama Argentina.

Ia tampil saat berhadapan dengan Jordania di fase grup dan Inggris di semifinal.

Nasib paling apes dialami Juan Musso yang hingga kini belum bisa menggeser Emi Martinez di posisi penjaga gawang.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.