BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – PT Adaro Indonesia bersama Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) dan para mitra berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tabalong memperkuat pelaksanaan Program Penguatan Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) sebagai upaya mempercepat penurunan angka stunting.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Pertemuan Stakeholder Lintas Sektor Program Penguatan ILP yang dibuka Bupati Tabalong, HM Noor Rifani, di Gedung Pusat Informasi Pembangunan Tabalong, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri perwakilan YABN, PT Adaro Indonesia, PT Tanjung Power Indonesia, PT Makmur Sejahtera Wisesa, PT Putra Perkasa Abadi, PT Bumi Makmur Mandiri Utama, perangkat daerah terkait, kepala puskesmas, kader posyandu, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Tabalong HM Noor Rifani mengatakan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan, termasuk stunting.
"Stunting berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak-anak yang tumbuh sehat hari ini adalah modal utama bagi kemajuan daerah pada masa yang akan datang," ujarnya.
Ia menegaskan, upaya pencegahan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, dunia usaha, hingga keluarga.
"Saya menyambut baik pelaksanaan Program Penguatan Integrasi Layanan Kesehatan Primer atau ILP pada tahun ini," katanya.
Melalui pendekatan ILP, lanjutnya, pelayanan kesehatan diharapkan semakin dekat dengan masyarakat, lebih terintegrasi, serta mampu memberikan layanan yang komprehensif bagi seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, hingga lanjut usia.
Menurutnya, Pemkab Tabalong akan terus berkomitmen mendukung berbagai upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sebagai bagian dari visi Tabalong Smart. Pembangunan sumber daya manusia yang sehat, kata dia, menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing.
"Saya berharap melalui pertemuan ini koordinasi antar-pemangku kepentingan semakin kuat, langkah yang diambil semakin selaras, dan strategi pelaksanaan Program Integrasi Layanan Kesehatan Primer semakin efektif," ujarnya.
Sementara itu, CSR Department Head PT Adaro Indonesia, Iwan Ridwan, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung Program Penguatan ILP di wilayah operasional Kabupaten Tabalong pada 2026.
Menurutnya, program ini merupakan kelanjutan kolaborasi yang telah dibangun bersama Pemerintah Kabupaten Tabalong sejak periode 2022–2025 dalam rangka mempercepat penurunan stunting.
"Melalui ILP, kami ingin memperkuat layanan promotif dan preventif dengan menempatkan masyarakat sebagai pusat pelayanan kesehatan," ujar Iwan.
Ia menjelaskan, pada 2026 sasaran program mencakup 25 kader posyandu dari lima posyandu serta 86 balita stunting yang tersebar di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Tabalong.
Selain itu, program juga menyiapkan satu puskesmas pembantu (Pustu) dan satu puskesmas sebagai proyek percontohan (pilot project) penerapan pelayanan berbasis klaster ILP.
Menurut Iwan, intervensi yang dilakukan tidak hanya berupa peningkatan kapasitas kader posyandu melalui pelatihan dan asesmen kompetensi, tetapi juga pemberian makanan tambahan (PMT) lokal siap santap selama 90 hari bagi balita stunting, pendampingan kepada orang tua, serta penyusunan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan kesehatan bagi puskesmas dan pustu pilot project ILP.
Ia berharap sinergi seluruh pihak, termasuk Yayasan Sinergi Indonesia Peduli (YSIP) sebagai mitra pendamping teknis, mampu membangun ekosistem layanan kesehatan primer yang lebih kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan.
"Harapan kami, seluruh intervensi ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperbaiki status gizi anak, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sehingga dapat mewujudkan masyarakat Tabalong yang sehat, mandiri, dan sejahtera," pungkasnya. (AOL)