Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
SAUMLAKI, TRIBUNAMBON.COM - Harapan ribuan warga masyarakat Maluku untuk menyambut langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada peresmian awal pembangunan (Groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela pupus.
Presiden Prabowo dilaporkan membatalkan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, pada Kamis (16/7/2026).
Orang nomor satu di Indonesia itu mengikuti proses Groundbreaking secara virtual dari istana Kepresidenan di Jakarta.
Pantauan TribunAmbon.com sekitar pukul 15.00 WIT langsung dari titik lokasi Groundbreaking di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, ialah Mentri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, KSP Dudung, Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan, Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, Chief Operating Officer (COO) dan Executive Vice President (EVP) Mohammad Juknis Abdul Wahab, serta Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman.
Rombongan pemerintah pusat juga diperkuat Ahli Menteri ESDM bidang Negosiasi, Diplomasi, dan Kerja Sama Mineral dan Batu Bara, Michael Wattimena.
Baca juga: Polresta Ambon Borong Juara Kapolda Cup 2026, PICS Slytherin Wakili Maluku ke Kapolri Cup Nasional
Baca juga: Melaju ke Final Piala Dunia, Bendera Spanyol Temani Argentina Pawai Kemenangan di JMP Kota Ambon
Sementara dari Pemerintah Daerah, hadir langsung Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Kapolda Maluku, Irjen Pol. Dadang Hartanto, Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa, dan Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Thomas Noach, serta jajaran Forum Koordinasi daerah lainnya.
Meski tanpa kehadiran Presiden secara langsung, seremoni peletakan batu pertama proyek migas terbesar di Indonesia itu tetap berlangsung dan dijadwalkan dipimpin langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dalam proses Groundbreaking mewakili Presiden Republik Indonesia.
Diketahui, rombongan Menteri tiba di Lanud I.G.Dewanto, Saumlaki, menggunakan pesawat sipil Gulfstream G450 sekitar pukul 09.28 WIT.
Kedatangan mereka disambut langsung oleh Gubernur Maluku bersama jajaran Forkopimda Provinsi Maluku, Forkopimda KKT dan Forkopimda Maluku Barat Daya.
Dari bandara, rombongan menuju VIP Room Base Ops Lanud I.G. Dewanto sebelum melanjutkan perjalanan ke Vila Bukti Indah untuk beristirahat sejenak menjelang pelaksanaan agenda utama.
Acara Groundbreaking Lapangan Abadi Blok Masela ini baru dibuka sekitar pukul 15.20 WIT setelah rombongan tiba di titik lokasi pda Desa Lermatang.
Diketahui Groundbreaking tersebut menjadi tonggak dimulainya pembangunan fasilitas darat (Onshore LNG) Lapanhan Abadi setelah proyek ini menempuh perjalanan panjang selama lebih dari dua dekade.
Lapangan Abadi di Blok Masela sendiri merupakan lapangan gas laut dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia.
Lokasinya berada sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafuru dengan kedalaman laut 400-800 meter.
Potensi gas dari lapangan abadi itu diperkirakan 6,97 triliun kaki kubik (TCF).
Kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) Masela yang ditandatangani sejak 1998 dan telah diperpanjang hingga 2055 itu diproyeksikan mampu menghasilkan 9,5 juta metrik ton LNG per tahun (MMTPA), 150 juta kaki kubik standar gas pipa per hari (MMSCFD), serta produksi kondensat sekitar 35.000 barel per hari.
Pengembangan lapangan migas baru (greenfield) tersebut memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi karena mencakup pengeboran deepwater, fasilitas subsea,Floating Production Storage and Offloading (FPSO), hingga pembangunan kilang LNG di darat (onshore LNG planet).
Dibalik tantangan itu, proyek ini diperkirakan mampu menyerap hingga 10.000 tenaga kerja, sehingga kebutuhan terhadap akses transportasi yang handal menjadi semakin penting. (*)