Bentrok Debt Collector dan Ormas di Depan Mapolsek Pedurungan Semarang, Sejumlah Orang Terluka
rika irawati July 16, 2026 04:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Dua kelompok massa dari debt collector dan anggota organisasi masyarakat (ormas) bentrok di depan Mapolsek Pedurungan di Jalan Majapahit, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (15/7/2026) malam. 

Sejumlah orang dilaporkan terluka akibat lemparan batu.

Bentrok ini terjadi justru setelah mediasi di Mapolsek Pedurungan Semarang.

Video tawuran kedua kelompok ini pun viral di media sosial.

Dalam video terlihat, massa dari kedua kubu memenuhi Jalan Majapahit di sepanjang depan Mapolsek Pedurungan.

Beberapa orang terlihat berlari dan berteriak, menciptakan suasana tegang di depan gerbang Mapolsek Pedurungan.

Terlihat batu beterbangan, ada juga adegan baku hantam.

Baca juga: Tya Takut Lepas Anaknya Tinggal di Asrama Sekolah Rakyat Semarang

Di sisi lain, sejumlah personel Polsek Pedurungan bersama anggota Polrestabes Semarang, baik berseragam dinas maupun berpakaian taktis, tampak berjaga di depan markas kepolisian untuk mencegah bentrokan semakin membesar.

Meski diwarnai kerumunan massa, arus lalu lintas di Jalan Majapahit masih tetap mengalir. 

Namun, pengendara motor maupun mobil memperlambat laju kendaraan saat melintasi lokasi karena banyaknya warga dan petugas yang berada di bahu jalan.

Batu Berserakan

Jejak bentrok kedua pihak ini masih terlihat hingga Kamis (16/7/2026) pagi.

Samsuri (60), seorang ahli kunci yang sehari-hari membuka jasa duplikasi dan perbaikan kunci di samping Mapolsek Pedurungan, mengatakan, banyak batu berserakan di dekat lapaknya.

"Lha nggih, niki kula kaget, kok ana kaya ngene? Biasane mboten (Saya kaget, kok ada seperti ini (banyak batu berserakan)? Biasanya tidak ada, Red),” ujarnya, Kamis.

Tanpa banyak bertanya, Samsuri pun langsung memunguti batu-batu yang berserakan, kemudian menyapu area lapaknya agar kembali bersih.

Menurut Samsuri, kawasan tersebut sebenarnya jarang terjadi keributan.

Berawal dari Penagihan Utang

Kasi Humas Polrestabes Semarang Kompol Riki Fahmi Mubarok menjelaskan, bentrok antara kelompok debt collector  dan ormas pecah diduga merupakan rangkaian dari dua peristiwa di lokasi dan waktu berbeda.

"Ada dua kejadian. Kejadian sebelum mediasi dan kejadian sesudah mediasi," kata Kompol Riki, Kamis (16/7/2026).

Dia menjelaskan, peristiwa awal bermula ketika pihak debt collector mendatangi rumah anggota salah satu ormas untuk melakukan penagihan utang di Kelurahan Gemah, Pedurungan, sehari sebelumnya.

Insiden itu diduga menimbulkan kerusakan pada rumah anggota ormas tersebut, sehingga debt collector sempat diamankan pengurus lingkungan.

Akhirnya, kedua pihak dipertemukan dalam mediasi di Mapolsek Pedurungan.

Hanya saja, dua jam setelah rangkaian mediasi berakhir pada Rabu malam, situasi di luar kantor polisi justru memanas.

"Setelah mediasi selesai, terjadi dinamika di luar Mapolsek yang dipicu aksi saling provokasi dari kedua kelompok hingga mengakibatkan keributan dan adanya korban luka," kata Kompol Riki.

Baca juga: Sedang Diverifikasi, KH Sholeh Darat Semarang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Menurut dia, personel Polsek Pedurungan bersama jajaran Polrestabes Semarang langsung melakukan pengamanan sehingga situasi dapat segera dikendalikan dan tidak meluas.

Meski demikian, polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian untuk mengetahui penyebab pasti bentrokan tersebut.

"Masih pendalaman dulu, karena rangkaian kejadiannya belum utuh secara keseluruhan," jelas dia.

Kompol Riki mengatakan, informasi sementara menunjukkan, terdapat korban dari kedua kelompok. 

Namun, identitas maupun jumlah korban masih dalam proses pendataan.

Saat ini, Polrestabes Semarang telah menerima pengaduan dari para korban, memeriksa saksi-saksi, mendata pihak yang terlibat, serta mengumpulkan alat bukti, termasuk rekaman CCTV dan dokumentasi lainnya.

"Apabila diketemukan adanya perbuatan melawan hukum dalam kejadian tersebut, tentu akan diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegas Kompol Riki.

Dia juga mengimbau seluruh pihak agar menahan diri, tidak mudah terprovokasi, dan mempercayakan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada kepolisian.

Perkembangan penyelidikan akan disampaikan setelah seluruh fakta dikumpulkan dan diverifikasi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.