Kawal Koperasi Desa Merah Putih, 4 Narasumber Nasional Ungkap Strategi Majukan Desa
Content Writer July 16, 2026 05:20 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang mengusung tajuk “Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk Mewujudkan Kedaulatan Ekonomi Rakyat”, sukses digelar di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (16/7/2026). 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Organisasi Desa Indonesia yang terdiri atas 10 organisasi desa tingkat nasional seperti DPP APDESI Merah Putih, DPP APDESI, DPP AKSI, DPP PAPDESI, KOMPAKDESI, PP PPDI, DPN PPDI, DPP ABPEDNAS, DPP PABPDSI, serta DPP Gema Desa Nuswantoro, menjadi ajang konsolidasi besar-besaran bersama jajaran menteri dan tokoh strategis nasional untuk memperkuat implementasi KDKMP sebagai salah satu program strategis nasional. 

Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, Menteri Koperasi Dr. Ferry Juliantono, serta perwakilan dari TNI, badan pengawas, akademisi, dan praktisi ketahanan pangan yang ikut membeberkan peta jalan serta komitmen nyata demi menyukseskan program ini. 

Sesi Diskusi Panel dalam Seminar Nasional KDKMP menjadi panggung utama bagi para tokoh strategis tersebut untuk membedah program dari berbagai sudut pandang eksekusi. 

Mulai dari praktisi ketahanan pangan, perwakilan militer, pengawas pembangunan, hingga akademisi, masing-masing memaparkan gagasan konkret, peluang ekonomi, hingga rambu-rambu operasional demi memastikan arah koperasi tetap berada di jalur yang benar. 

Amanah Konstitusi dan Keuntungan Ratusan Juta per Desa

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan sebuah kabar gembira yang menjadi ‘hadiah terbesar’ bagi masyarakat desa langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas (ratas) 15 Juli 2026 malam. 

“Hari ini saya juga akan sampaikan ke publik, tadi malam Koperasi Desa Merah Putih mendapatkan hadiah yang luar biasa dari Bapak Presiden, bahwa mulai sekarang seluruh barang subsidi akan didistribusikan lewat Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Joao Angelo. 

Ia membeberkan bahwa berdasarkan kalkulasi yang matang, potensi ekonomi yang akan berputar di tingkat bawah sangatlah fantastis. 

“Dengan keadilan Koperasi Merah Putih itu hanya dengan membagi barang-barang subsidi itu setiap desa akan mendapatkan keuntungan kurang lebih 597 juta per tahun per desa. Kami tadinya agak pesimis, sempat bikin hitungan seandainya disetujui 30 persen atau 50 persen. Ternyata Pak Presiden menyetujui 100 persen barang subsidi disuplai ke setiap desa,” tegas Joao. 

Joao menambahkan, selain fungsi logistik dan sosial, KDKMP juga berperan sebagai pusat distribusi finansial yang dapat diakses langsung oleh masyarakat. Namun, ia juga memberikan peringatan keras agar wadah ini dijaga bersama dari intervensi negatif kelompok tertentu. 

“Jangan sampai ada intervensi kelompok-kelompok tertentu atau orang sering bilang elit desa untuk menguasai koperasi ini, sehingga koperasi ini tidak menjadi sebuah wadah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa, tetapi dikooptasi. Saya minta Pak Menteri Koperasi bersama Pak Menteri Desa tolong buatlah aturan seketat-ketatnya untuk mengawal Koperasi Desa Merah Putih,” jelasnya. 

Dukungan Penuh TNI dan Sinergi Musyawarah Desa

Sejalan dengan percepatan program strategis ini, Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menekankan bahwa kesiapan di tingkat lapangan harus segera dimatangkan melalui mekanisme yang transparan, termasuk dalam penyiapan lahan melalui musyawarah desa. 

“Saya yakin proses pembangunan tentang KTI-KMB ini mulai dari penyiapan lahan, semuanya ada di inpres, kemudian pelaksanaan di bawah bagaimana musyawarah desa itu untuk mengajukan lahan-lahan yang siap. Dan dari lahan itulah kita bangun Koperasi Desa Merah Putih,” jelas Tandyo Budi. 

Menurutnya, TNI berkomitmen penuh mengawal realisasi program ini agar kesadaran rakyat dapat menjadi ujung tombak perputaran ekonomi nasional. Guna memantapkan langkah, Tandyo juga membuka pintu ruang diskusi lanjutan bagi 10 asosiasi desa dalam waktu dekat. 

Baca juga: Kemendes dan 10 Asosiasi Desa Gelar Seminar Nasional, Tegaskan KDKMP Jadi Mitra UMKM

Tiga Kunci Pokok Koperasi Maju dan Peran Kontrol Asosiasi

Dari sisi pengawasan dan pengendalian operasional, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bapisus), Aris Marsudiyanto, membagikan pengalamannya dalam mengelola koperasi secara profesional. 

Ia berkaca dari keberhasilannya menghidupkan kembali koperasi di PT Kiani Kertas hingga menghasilkan Sisa Hasil Usaha (SHU) melebihi gaji setahun karyawannya. 

Aris menegaskan ada tiga kunci utama yang wajib dipenuhi agar Koperasi Desa Merah Putih berjalan maju dan tidak menyimpang. 

“Tiga kunci koperasi akan maju. Yang pertama, pengurusnya harus jujur, solid, dan profesional, Ingat, tidak ada yang namanya ketua untung duluan. Dulu KAUD itu diplesetin ketua untung duluan, tidak ada,” tegas Aris. 

Kunci kedua, menurut Aris, koperasi wajib mampu mengakomodir seluruh kepentingan anggotanya, baik kebutuhan sehari-hari hingga kebutuhan panen. Sedangkan kunci ketiga adalah mengenai stabilitas harga. 

“Harga barang-barang di koperasi harus lebih murah daripada di toko-toko konvensional,” cetusnya. 

Ia pun meminta 10 asosiasi desa menjadi garda terdepan dalam fungsi controlling. Menurutnya keberadaan asosiasi desa sangat diperlukan untuk mengontrol dan mengecek seluruh pengurus koperasi. 

Pergeseran Paradigma: Menuju Unit Bisnis yang Meaningful

Pandangan akademis turut disampaikan oleh Wakil Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. dr. Hamdi Muluk, M.Si. Ia menyatakan bahwa setelah melewati fase percepatan administratif dan pembangunan fisik, kini saatnya KDKMP bergeser ke arah kualitas bisnis yang substantif demi mengoreksi semangat kapitalisme yang serakah. 

“Kita lebih meniru Cina. Gagasan koperasi KDMP sekarang ini itu sebenarnya memang sudah arah pembangunan nilai kualitas. Kompetisi itu adalah roh yang baik dari neo-liberal itu, jangan ditinggalkan. Di mana-mana yang namanya bisnis, nilai dasarnya tidak berubah. Ada kompetisi, ada profesionalitas, ada efisiensi. Yang berubah, yang beda adalah spirit-nya. Neo-liberal, spiritnya adalah keserakahan,” urai Prof. Hamdi Muluk. 

Lebih lanjut, ia memberikan catatan dan saran ilmiah dari dunia universitas kepada jajaran kementerian terkait kelanjutan arah program. 

“Sekarang harus ada perubahan paradigma, dari paradigma administratif. Kesiapan administrasi sudah lebih sebelum-sebelumnya. Tapi sekarang yang kritis adalah kita berpikir bagaimana Koperasi Merah Putih itu betul-betul menjadi unit bisnis yang meaningful (berarti),” saran Wakil Rektor UI tersebut. 

Kolaborasi Strategis Demi Kedaulatan Ekonomi Desa

Sinergi positif antara pengawasan asosiasi desa, komitmen TNI, dan pengelolaan logistik yang jujur menjadi optimisme baru bagi masa depan Koperasi Desa Merah Putih. Melalui pandangan keempat tokoh strategis ini, momentum Seminar KDKMP berhasil memperkuat komitmen bersama untuk mengubah koperasi menjadi unit bisnis yang profesional dan mandiri. 

Langkah nyata ini diharapkan mampu memaksimalkan potensi 100 persen barang subsidi dari Presiden Prabowo Subianto menjadi mesin penggerak ekonomi yang membawa kemakmuran dan keuntungan nyata bagi masyarakat di seluruh pelosok Nusantara.

Baca juga: Sepuluh Asosiasi Desa Deklarasikan Komitmen Bersama Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.