TRIBUNNEWS.COM - Barangkali tak ada yang menyangsikan laga antara Argentina dan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 akan berlangsung panas.
Namun ternyata tingginya tensi duel ini tersaji bahkan sebelum peluit tanda kick-off awal pertandingan dibunyikan.
Tepatnya, momen panas tersaji saat kedua negara menyanyikan lagu kebangsaan masing-masing.
"Kalau bicara historis, kita tidak bisa lepas dari aspek geopolitik. Rivalitas Inggris dan Argentina memang mencapai puncaknya setelah Perang Falklands (Malvinas), tetapi sebenarnya sudah dimulai jauh sebelumnya," ujar Gigih, seorang football enthusiast, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Itu menjadi awal rivalitas panjang. Setelah itu muncul berbagai peristiwa yang membuat tensinya terus meningkat,"
"Rivalitas ini bukan cuma soal sepak bola. Ada faktor geopolitik, ada juga persaingan di olahraga lain."
"Itu sebabnya atmosfer pertandingan ini pasti sangat panas. Publik, media, hingga mantan pemain akan selalu mengaitkannya dengan sejarah klasik kedua negara," sambungnya.
Baca juga: DNA Argentina di Semifinal Piala Dunia, Kalah Bukanlah Pilihan di Buku Sejarah Tim Tango
Suporter dari kedua negara sama-sama menyoraki dan menyusupi lagu kebangsaan musuh masing-masing.
Awalnya, Timnas Inggris bersiap menyanyikan lagu kebangsaan mereka, God Save The King.
Sebenarnya di awal-awal, suara dari para pemain dan penggemar Inggris sempat lantang terdengar.
Namun tak butuh waktu lama bagi suporter Argentina mengambil alih momen sakral tersebut.
Mereka tiba-tiba menyanyikan sebuah chant yang mengejek Inggris.
"Siapa yang tidak melompat adalah orang Inggris," chant yang dinyanyikan suporter Argentina.
Momen itu terus berulang sembari para penggemar Albiceleste melompat kegirangan.
Alhasil, lagu kebangsaan Inggris cukup sulit didengar saat pasukan The Three Lions menyanyikannya.
Hal yang sama juga dilakukan penggemar Inggris saat lagu kebangsaan Argentina, Himno Nacional Argentino, dikumandangkan.
Mereka bersiul dan melakukan sorakan keras yang membuat momen sakral bagi Lionel Messi cs juga tercoreng.
Namun, pasukan Argentina tak tinggal diam dengan itu semua.
Para pemain dan staf nampak sangat bersemangat dan berusaha berteriak saat menyanyikan lagu kebangsaan mereka.
Mereka seperti menunjukan Argentina tak ingin momen menyanyikan lagu kebangsaan dibajak orang lain.
Para pemain seperti Lisandro Martinez, Enzo Fernandez, Dibu Martinez, Lionel Messi, dan bahkan sang pelatih, Lionel Scaloni, berteriak dan membuka mulut selebar mungkin saat menyanyikan lagu kebangsaan.
Panasnya rivalitas itu berlanjut saat duel di tengah lapangan benar-benar dimulai.
Inggris sempat mendapatkan momentum berkat gol dari Anthony Gordon di awal babak kedua.
Namun semuanya sirna ketika Lionel Messi mengambil alih di momen krusial dan mencatatkan dua assist.
Messi memberikan assist untuk gol dari Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez yang memastikan Argentina comeback dan menang atas Inggris dengan skor 1-2.
Argentina nantinya akan menantang Spanyol di babak final Piala Dunia 2026.
Pertemuan antara Spanyol dan Argentina di final akan digelar pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB di New York New Jersey Stadium.
(Tribunnews.com/Guruh)