Festival Pacu Jalur 2026 Butuh Dana Enam Kali Lipat Dari yang Dianggarkan Pemkab Kuansing
Muhammad Ridho July 16, 2026 05:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM,KUANSING – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) hanya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,2 miliar untuk pelaksanaan Festival Pacu Jalur Tradisional 2026.

Padahal, ajang budaya berskala nasional yang akan digelar pada 19-23 Agustus 2026 itu diperkirakan membutuhkan dana sedikitnya Rp 6,6 miliar.

Kesenjangan anggaran yang mencapai miliaran rupiah itu membuat panitia harus memutar otak agar pesta budaya terbesar di Riau tersebut tetap berlangsung meriah tanpa mengurangi kualitas penyelenggaraan.

Ketua Umum Festival Pacu Jalur Tradisional 2026, Andi Cahyadi, mengakui kebutuhan anggaran masih jauh di atas dana yang tersedia dari APBD.

"Sebenarnya kebutuhan anggaran sekitar Rp 6,6 miliar. Itu masih asumsi, nanti akan kami sesuaikan lagi dengan anggaran yang tersedia," ujar Andi Cahyadi, Kamis (16/7/2026).

Untuk menutup kekurangan anggaran, panitia akan menggandeng perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kuansing maupun dari luar daerah melalui dukungan sponsorship.

Meski waktu persiapan tinggal sekitar satu bulan, Andi optimistis Festival Pacu Jalur tetap dapat terlaksana dengan baik.

Baca juga: Jelang Pacu Jalur Nasional, Muklisin Desak Percepatan Pembangunan Astaka Utama Tepian Narosa

Menurutnya, keterbatasan anggaran bukan persoalan baru dalam penyelenggaraan festival tahunan tersebut.

Ia mencontohkan, pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, pemerintah daerah juga hanya mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1 miliar lebih.

Namun berkat dukungan berbagai pihak, Festival Pacu Jalur tetap mampu berlangsung meriah dan menyedot jutaan pengunjung.

"Kondisi seperti ini bukan hal baru. Tahun-tahun sebelumnya juga begitu, tetapi festival tetap bisa berjalan sukses," katanya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, panitia justru menyiapkan konsep berbeda pada Festival Pacu Jalur Nasional 2026.

Tahun ini, nuansa religi dan budaya akan lebih ditonjolkan sebagai identitas penyelenggaraan.

Kata Andi, konsep tersebut dinilai sejalan dengan suasana kawasan Tepian Narosa yang hingga kini masih menyisakan atmosfer Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Provinsi Riau.

Sebagian besar stan MTQ masih berdiri, sementara deretan ruko di kawasan tersebut telah dipercantik dengan pemasangan kubah, menciptakan nuansa islami yang masih terasa kuat.

Sebagai bagian dari konsep tersebut, panitia juga berencana menghadirkan penyanyi religi nasional, Haddad Alwi, untuk memeriahkan Festival Pacu Jalur 2026.

"Kehadiran artis religi itu diharapkan menjadi daya tarik tambahan sekaligus memperkuat perpaduan antara budaya, tradisi, dan nilai-nilai keagamaan yang akan menjadi wajah baru Festival Pacu Jalur tahun ini," ujar Andi.

( Tribunpekanbaru.com / Guruh BW )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.