Laporan Wartawan TribunJatim.com Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Warga Sumenep digemparkan oleh penemuan jenazah penjual tahu bulat.
Seorang pria berinisial AS (38), warga yang sehari-hari bekerja sebagai penjual tahu bulat, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep pada Rabu (15/7/2026).
Penemuan jenazah korban bermula dari kecurigaan sesama penghuni kos. Sebab, AS yang dikenal rutin beraktivitas tidak terlihat keluar kamar hingga menjelang siang.
Rekan-rekannya sempat beberapa kali memanggil korban. Namun, tidak ada jawaban dari dalam kamar. Kondisi itu kemudian dilaporkan kepada pemilik usaha tempat korban bekerja.
Setelah kamar berhasil dibuka, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Baca juga: 5 Jenazah Korban Laka Maut Honda CR-V di Tol Malang-Pandaan Tiba di Surabaya, Isak Tangis Pecah
Menerima laporan tersebut, personel Polsek Sumenep Kota bersama Tim Inafis Satreskrim Polresta Sumenep langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Selain Tim Inafis, proses penanganan juga melibatkan personel Satreskrim, Sat Samapta, serta tenaga medis dari RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep yang mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit.
Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu melalui Kapolsek Sumenep Kota AKP Maliyanto Effendi mengungkapkan, korban diketahui telah tinggal di kamar kos tersebut selama lebih dari lima tahun.
"Korban ditemukan meninggal dunia setelah penghuni kos merasa curiga karena tidak keluar kamar hingga siang hari. Saat kamar dibuka, korban sudah dalam kondisi meninggal," ungkap AKP Maliyanto, Kamis (16/7/2026).
Dalam proses penyelidikan, polisi turut mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya kartu identitas, telepon seluler, serta barang-barang lain yang ditemukan di lokasi sebagai bagian dari pemeriksaan.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan para saksi, korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam.
"Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban," ungkapnya.
Meski demikian, polisi memastikan penyelidikan tetap dilakukan sesuai prosedur guna memastikan penyebab kematian korban dan memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
"Kami mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi orang-orang di lingkungan sekitarnya. Jika menemukan anggota keluarga, teman, atau tetangga yang mengalami perubahan perilaku maupun tekanan psikologis, masyarakat diharapkan segera memberikan pendampingan serta menghubungkannya dengan keluarga maupun layanan kesehatan yang tersedia," harapnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com