Identitas Terungkap, Pria Viral Main Game Saat Paripurna DPRD Madiun Ternyata Camat Madiun: Maaf
Sudarma Adi July 16, 2026 04:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN – Rasa penasaran warganet mengenai identitas oknum pejabat yang terekam kamera asyik bermain game di dalam ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun akhirnya terjawab secara gamblang.

Setelah sebelumnya pihak Sekretariat Dewan memastikan sosok tersebut bukan anggota legislatif, kini identitas asli sang pejabat resmi terungkap ke publik.

Pria di dalam video viral tersebut dipastikan adalah Muksin Harjoko, yang saat ini tengah aktif menjabat sebagai Camat Madiun.

Saat dikonfirmasi langsung oleh awak media di ruang kerjanya di Kantor Kecamatan Madiun, Jalan Madiun-Surabaya, Kelurahan Nglames, Kamis (16/7/2026) siang, Muksin bersikap kooperatif.

Ia berterus terang dan mengakui tanpa alibi bahwa sosok yang berada di dalam rekaman video tersebut adalah memang benar dirinya.

Baca juga: Bukan Anggota Dewan, Sosok Viral Main Game di Rapat DPRD Kabupaten Madiun Diduga Kepala Dinas

"Betul, (dalam video viral yang beredar itu) adalah saya. Waktu itu saya hadir dalam kapasitas sebagai Camat Madiun untuk mengikuti kegiatan rapat paripurna," ungkap Muksin Harjoko secara jantan.

Main Game Higgs Domino Saat Tunggu Sidang Dimulai

Lebih lanjut, Muksin merincikan bahwa momen tersebut diambil saat dirinya menghadiri undangan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Madiun yang berlokasi di Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri.

Adapun agenda sidang saat itu adalah penyampaian Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Madiun Tahun Anggaran 2025.

Kendati mengakui perbuatannya, Muksin memberikan klarifikasi mengenai batasan waktu kejadian. Ia menjelaskan bahwa dirinya bermain game di telepon genggam justru di saat acara pokok sidang paripurna belum resmi dibuka oleh pimpinan dewan.

"Posisinya saat itu acara masih belum dimulai. Para tamu undangan dan unsur pimpinan masih menunggu jalannya acara. Jadi, saya memainkan game itu murni hanya untuk sekadar menghilangkan kepenatan dan mengisi waktu luang di masa tunggu," terangnya.

Ia juga buru-buru menepis spekulasi liar netizen yang menuding dirinya tengah terlibat dalam aktivitas terlarang perjudian digital.

Muksin menggarisbawahi game yang dibukanya merupakan aplikasi permainan umum.

"Itu sama sekali bukan judi online, tolong diluruskan. Itu hanya game online biasa, game Higgs Domino. Kami tegaskan tidak pernah melakukan proses pembelian chip ataupun top-up menggunakan uang. Begitu acara rapat paripurna resmi dibuka dan dimulai, detik itu juga saya langsung menutup permainan dan fokus mengikuti jalannya sidang sampai akhir," tegas Muksin.

Akui Salah etika ASN dan Sampaikan Permohonan Maaf

Walau memiliki alasan bahwa tindakan tersebut dilakukan pada fase pra-acara sidang, Muksin Harjoko berjiwa besar mengakui bahwa tindakan memegang ponsel dan bermain game di ruang sidang formal adalah tindakan yang keliru secara etika birokrasi.

Ia sadar betul potret video tersebut kadung memberikan sentimen negatif terhadap citra aparatur pemerintah di mata masyarakat luas.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, Camat Madiun ini pun melayangkan permohonan maaf terbuka secara tulus kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Madiun atas kegaduhan yang ditimbulkan.

"Kami sangat menyadari bahwa tindakan itu telah memicu persepsi yang kurang baik di mata publik. Meskipun itu dilakukan sebelum rapat dimulai, hal tersebut kurang elok. Oleh karena itu, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap warga," ucap Muksin dengan raut penyesalan.

Di akhir penjelasannya, ia berjanji insiden memalukan ini akan menjadi pelajaran berharga bagi perjalanan kariernya. Ia berkomitmen penuh untuk melakukan pembenahan disiplin diri secara internal.

"Ke depannya, kami berkomitmen kuat untuk selalu menjunjung tinggi kode etik, disiplin kerja, serta profesionalisme dalam setiap menjalankan tugas kedinasan. Insyaallah, kejadian seperti ini tidak akan pernah kami ulangi lagi, baik dalam acara resmi kedewanan maupun agenda kedinasan lainnya," pungkas Muksin Harjoko.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.