Kondisi SDN 4 Seloromo Karanganyar, Berdiri 41 Tahun dan Kini Hanya Miliki 14 Murid
Putradi Pamungkas July 16, 2026 04:15 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – SDN 4 Seloromo menjadi satu dari empat sekolah dasar negeri di Kabupaten Karanganyar yang tidak memperoleh siswa baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Kondisi sekolah yang telah berdiri selama 41 tahun itu kini memprihatinkan karena hanya memiliki 14 siswa.

TribunSolo.com berkesempatan melihat langsung kondisi SDN 4 Seloromo yang berada di Dukuh Pokoh, Desa Seloromo, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. 

SEPI - Suasana di SDN 4 Seloromo, Kabupaten Karanganyar, Kamis (16/7/2026). Sekolah ini melakukan berbagai upaya untuk menarik siswa baru selama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
SEPI - Suasana di SDN 4 Seloromo, Kabupaten Karanganyar, Kamis (16/7/2026). Sekolah ini melakukan berbagai upaya untuk menarik siswa baru selama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Hanya Dihuni 14 Siswa

SDN 4 Seloromo berdiri di atas lahan seluas sekitar 1.200 meter persegi dengan luas bangunan 210 meter persegi.

Meski memiliki area yang cukup luas, jumlah siswa yang belajar di sekolah tersebut kini hanya 14 orang.

Bangunan sekolah terdiri atas tiga gedung. Satu gedung digunakan sebagai ruang guru dan ruang kepala sekolah, sedangkan dua gedung lainnya dibagi menjadi enam ruang kelas.

Ruang-ruang kelas tersebut dipisahkan menggunakan sekat berbahan tripleks berwarna putih agar dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar siswa.

Di setiap kelas terlihat meja, kursi, serta papan tulis yang masih tertata.

Saat TribunSolo.com mengunjungi lokasi, aktivitas belajar mengajar belum terlihat karena para siswa sedang menjalani waktu istirahat.

Baca juga: Guru SDN 4 Seloromo Karanganyar Patungan Beli Seragam Gratis Demi Dapat Murid Baru

Berdiri Sejak 1985 dan Pernah Berstatus SD Mini

Kepala SDN 4 Seloromo, Karsini, mengatakan sekolah tersebut telah berdiri sejak 1985.

Pada masa awal berdirinya, sekolah itu dikenal sebagai SD Mini.

"SDN 4 Seloromo sudah berdiri sejak 1985, bahkan dulu SD ini disebut SD mini," kata Karsini, Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan, sebutan SD Mini muncul karena saat itu sekolah hanya melayani siswa kelas 1 hingga kelas 3.

Sementara siswa kelas 4 sampai kelas 6 melanjutkan kegiatan belajar di SDN 3 Seloromo.

Sistem tersebut berlangsung cukup lama sebelum akhirnya seluruh jenjang kelas kembali diselenggarakan di SDN 4 Seloromo.

"Dulu itu anak-anak masuk kelas 1, 2, 3 kalau mau sekolah turun ke SDN 3 Seloromo, karena tidak memungkinkan jadi diadakan SD ini dan wilayah tidak besar jadi hanya 2 RT saja, dan kelas 4,5 dan 6 kembali ke sini baru dua tahun yang lalu," ungkap dia.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.