POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Kelurahan Pangkallalang, Kabupaten Belitung membuka donasi buku lewat program Sudut Baca Kelurahan.
Hal ini sebagai upaya meningkatkan minat baca dan literasi anak-anak dan remaja.
Lurah Pangkallalang, Ratu Alpioni Tirta mengatakan program bertajuk Donasi 1 Rumah 1 Buku itu merupakan langkah nyata untuk menyediakan akses bacaan yang edukatif dan bermanfaat di lingkungan kelurahan.
"Program Sudut Baca Kelurahan Pangkallalang ini kami gagas sebagai upaya bersama untuk meningkatkan literasi masyarakat," katanya Ratu pada Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, partisipasi masyarakat dalam gerakan donasi ini sepenuhnya bersifat sukarela tanpa ada paksaan.
Pihak kelurahan membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh lapisan masyarakat yang ingin berkontribusi dalam memajukan pendidikan di lingkungan sekitar.
Baca juga: Sempat Tertunda, Khairil Kembali Gelar Munajat Bulanan di Rumah Dinas Wabup Beltim
Adapun kategori buku yang diterima harus dalam kondisi layak baca, meliputi buku cerita anak atau dongeng, buku pengetahuan umum dan sains, buku keterampilan (seperti memasak, bertani, dan kerajinan tangan), buku pelajaran sekolah, ensiklopedia, serta majalah edukatif lainnya.
Pengumpulan donasi buku ini dibuka mulai tanggal 15 hingga 31 Juli 2026 setiap jam kerja yaitu Senin sampai Jumat pukul 08.00 hingga 15.30 WIB
"Warga yang ingin menyumbang dapat mengantarkannya langsung ke Kantor Kelurahan Pangkallalang pada jam kerja atau bisa juga dititipkan melalui perangkat setempat seperti RT, RW, maupun Kepala Lingkungan," katanya.
Sebagai bentuk penghargaan dan transparansi, pihak kelurahan akan mencantumkan nama-nama para donatur di area Sudut Baca Kelurahan.
Ratu Alpioni berharap program ini dapat mendapat sambutan hangat dan dukungan penuh dari masyarakat demi melahirkan generasi yang lebih cerdas, kreatif, dan berwawasan luas.
"Besar harapan kami Bapak dan Ibu warga Pangkallalang dapat mendukung gerakan ini demi terciptanya masyarakat yang lebih cerdas dan berwawasan luas," ujarnya.
Ratu menambahkan program ini juga disebut program zero to hero karena dari nol anggaran pengadaan buku dari masyarakat.
Kemudian, masyarakat yang membaca buku ini sebagai jendela dunia akan menjadi pemenang (hero).
(Posbelitung.co/Dede Suhendar)