SRIPOKU.COM - Ketakutan masih dialami mantan asisten rumah tangga (ART) eks istri Andre Taulany, Rien Wartia Trigina alias Erin, Nur Romah.
Ancaman yang dilakukan Erin membuat sang mantan ART hingga kini mengalami kecemasan hingga takut bertemu.
Belakangan nama Erin menjadi sorotan usai dilaporkan oleh mantan ART Herawati atas dugaan penganiayaan di Polres Metro Jakarta Selatan.
Dalam kasus itu, Nur Rohmah sempat dijadikan saksi oleh Erin.
Namun menurut pengakuannya, Nur dipaksa oleh Erin untuk memberikan keterangan bohong agar membuat kesan yang baik terhadap ibu tiga anak itu.
Masalah kemudian berlanjut usai Nur mengaku barang-barang miliknya hingga gaji masih ditahan oleh Erin.
Sempat melayangkan somasi tapi tak digubris, Nur akhirnya mengajukan gugatan pedata ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nilai tuntutan Rp1 miliar.
Langkah itu diambil Nur karena mengalami trauma akibat tekanan yang diberikan Erin selama bekerja.
Pada hari ini, Kamis (16/7/2026), sidang gugatan tersebut kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Nur didampingi kuasa hukum menghadiri sidang tersebut.
Sementara Erin tak hadir dan diwakilkan tim kuasa hukumnya.
Saat ditemui usai sidang, Nur mengaku masih merasa cemas dan takut untuk bertemu langsung dengan mantan istri ketua grup motor Prediksi itu.
Rupanya Nur masih terbayang-bayang atas ancaman-ancaman yang diberikan dari Erin.
"Kalau masalah itu pasti masih ada rasa cemas masih ada rasa takut, karena teringat lagi ancaman-ancamannya," ucap Nur, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment.
Dikatakan Nur, bahwa Erin sempat mengancam akan melaporkan dirinya dan suaminya ke polisi atas adanya kasus ini.
"Ya seperti yang katanya mau dilaporkan ke polisi, suami saya juga," lanjutnya.
Meski begitu, Nur siap untuk bertemu langsung dengan Erin di sidang mediasi pekan depan.
Fokus Nur saat ini yakni ingin permasalahan cepat terselesaikan.
"Saya usahain insyaAllah bisa ketemu, karena saya kan mau cepat selesai masalah ini," tutur Nur.
Pernyataan Pihak Erin
Sebelumnya, kuasa hukum Erin, Ramzy Brata Sungkar dalam konferensi pers baru-baru ini, membenarkan kliennya masih menahan ponsel Nur.
"Oh, handphone masih. Tapi ke mana kami mau mengembalikannya gitu loh," ucapnya berdalih, Sabtu (11/7/2026).
Ramzy lantas menyindir peran anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka yang dinilainya mulai ikut campur.
"Makanya saya sayangkan, kalau misalnya memang ada pihak wakil rakyat yang tadi ikut di sini harusnya dia memfasilitasi hal seperti itu. Kan lebih bagus, karena itu bermanfaat daripada hanya sebelah pihak ya," tukasnya.
Ramzy menyebut, telah berusaha menghubungi pemeran Oneng di serial sitkom Bajaj Bajuri itu.
Namun, Rieke tak memberikan tanggapan.
Terkait itu, Ramzy menilai Rieke tak berlaku adil sebagai wakil rakyat.
"Karena kami pun coba menghubungi beliau, dari beliau masih haji saat itu kita sudah hubungin. Maksud tujuan kita kan mencari solusi tetap dengan tidak mencederai siapa pun gitu. Dasar kepentingannya apa? Dia kan wakil rakyat, dia harus berlaku adil," seloroh Ramzy.
"Hera kan rakyat dia, Bu Erin pun rakyat dia. Sama-sama rakyat Indonesia harusnya berlaku adil di situ. Menjalankan sebagaimana mestinya sebagai wakil rakyat," singgung Ramzy lagi.
Sementara itu, terkait gaji Nur yang masih ditahan, Ramzy menyoroti masa kerjanya yang belum usai.
"Saya ulang berkali-kali loh ini. Gaji belum terbayar itu bukan tidak dibayar, tapi belum dibayar. Kan kita di mana-mana kerja dulu baru gajian. Kalau kalendernya 30 hari ya setelah 30 hari baru gajian. Kalau 28 hari ya setelah 28 hari baru gajian."
"Nah, itu kan belum habis kalender mereka sudah kabur ya. Jadi itu belum terbayarkan gitu loh," beber Ramzy.
Disinggung perihal barang-barang ART yang disebut masih tertinggal di rumah Erin, Ramzy berkilah.
Ia mengaku mengecek sendiri ke kamar ART di rumah Erin dan menyebut kondisi kamar sudah kosong.
Pihaknya menduga, Nur telah mengirimkan barang-barangnya dengan jasa ekspedisi sebelum kabur.
"Barang-barang sudah tidak ada. Sudah kosong, karena saya cek langsung ke kamar ART di rumah saudari Erin," akunya.
"Saya coba mencari tahu keterangannya, ya saya nggak tahu barangnya siapa aja nggak dinamain. Pada saat saya mencoba mencari tahu keberadaan barang tersebut, saya dapat info dari security kalau Nur, bukan Hera ya, kayaknya kalau nggak salah saya lupa."
"Nur itu sebelum kabur sudah berapa kali pesan ekspedisi untuk kirim dus-dusan gitu. Dugaan kami itu pakaian yang memang dia kirim terlebih dahulu keluar sebelum orangnya," terangnya.