Kopdes Merah Putih di Gunung Parang Purwakarta Viral, Kades: Kami Akan Bangun Saung untuk Pendaki
Vivi Febrianti July 16, 2026 06:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menjadi perhatian publik karena lokasinya berada tepat di pintu masuk Jalur Buhun Gunung Parang.

Letaknya yang tak biasa tersebut dinilai strategis karena tidak hanya melayani kebutuhan masyarakat, tetapi juga dapat dimanfaatkan wisatawan dan pendaki yang berkunjung ke kawasan tersebut.

Kepala Desa Pasanggrahan, Olan Rohlan, mengatakan penempatan koperasi di lokasi tersebut bukan tanpa pertimbangan.

Menurut dia, lokasi dipilih melalui musyawarah desa yang melibatkan pemerintah desa, Forkopimcam Tegalwaru, lembaga desa, hingga tokoh masyarakat.

Selain mempertimbangkan akses bagi warga, pemerintah desa juga melihat potensi aktivitas ekonomi dari tingginya kunjungan wisatawan ke Gunung Parang.

“Kami ingin Kopdes Merah Putih tidak hanya menjadi pusat pelayanan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa. Ke depan, kami berencana membangun gazebo atau saung-saung sebagai tempat beristirahat bagi para wisatawan sambil menikmati suasana pegunungan. Dengan demikian, koperasi ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat maupun para pengunjung,” kata Olan, Kamis (16/7/2026).

Desa Pasanggrahan sendiri berada di kaki Gunung Parang dengan ketinggian sekitar 963 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kawasan tersebut diapit oleh Gunung Parang, Gunung Lembu, dan Gunung Bongkok sehingga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata pendakian di Kabupaten Purwakarta.

Olan menjelaskan, sebelum lokasi koperasi ditetapkan, pemerintah desa sempat mempertimbangkan tiga alternatif lokasi.

Penentuan akhirnya dilakukan setelah melalui kajian aksesibilitas dan hasil kajian geologi dari BPBD Kabupaten Purwakarta bersama BNPB.

“Awalnya terdapat tiga alternatif lokasi. Namun setelah melalui musyawarah desa bersama seluruh unsur kelembagaan dan tokoh masyarakat, diputuskan lokasi yang sekarang. Hasil kajian geologi dari BPBD Kabupaten Purwakarta bersama BNPB menyatakan lokasi ini berada dalam kategori aman karena berjarak sekitar satu kilometer dari kawasan yang dikategorikan sebagai mahkota atau pusat potensi bencana,” ujarnya.

Keberadaan koperasi tersebut juga disambut positif oleh masyarakat.

Junengsih (40), warga Dusun IV Cirangkong, mengatakan kini warga lebih mudah memperoleh kebutuhan sehari-hari karena tidak lagi harus berbelanja ke lokasi yang lebih jauh.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan adanya Kopdes Merah Putih karena lokasinya dekat dengan permukiman warga. Jadi tidak perlu lagi pergi jauh untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Adanya koperasi ini memudahkan masyarakat,” kata Junengsih.

Manfaat koperasi juga dirasakan wisatawan yang datang ke Gunung Parang.

Sigit Rachputra (38), pendaki asal Kabupaten Karawang, mengaku keberadaan koperasi di pintu masuk jalur pendakian membuat persiapan mendaki menjadi lebih praktis.

“Menurut saya ini membantu banget. Sebelum naik gunung biasanya kami beli air minum, makanan ringan, atau kebutuhan lain dulu. Sekarang enggak perlu muter-muter cari warung karena sudah ada koperasi di pintu masuk. Jadi lebih praktis sebelum mulai mendaki,” ujar Sigit.

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.