Laporan Wartawan TribunJatim.com, Galih Lintartika
TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN – Ribuan jamaah memadati Masjid Baiturrahman di Dusun Bulu, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, untuk mengikuti peresmian rumah ibadah yang dibangun dari wakaf pengusaha H. Rokhmawan, Rabu (15/7/2026) malam.
Peresmian masjid berlangsung khidmat dengan penandatanganan prasasti oleh pendakwah muda KH Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam.
Momen tersebut menjadi penanda resmi dibukanya masjid yang diproyeksikan sebagai pusat ibadah sekaligus penguatan kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
Sejak siang hari, kawasan sekitar masjid telah dipadati kendaraan dan jamaah yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk mengikuti pengajian akbar bersama Gus Iqdam.
Antusiasme masyarakat terlihat dari membludaknya peserta yang memenuhi area masjid hingga lingkungan sekitarnya.
Masjid Baiturrahman dibangun sebagai bentuk wakaf sekaligus ikhtiar menghadirkan fasilitas yang tidak hanya digunakan untuk salat berjamaah, tetapi juga menjadi pusat dakwah, pendidikan Islam, pembinaan generasi muda, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Rangkaian peresmian diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipersembahkan untuk almarhumah Hj. Ika Faldianita, istri tercinta Abah Rokhmawan.
Suasana khusyuk menyelimuti masjid saat keluarga, tokoh agama, dan masyarakat bersama-sama memanjatkan doa agar almarhumah memperoleh ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Baca juga: Ribuan WNI Hadiri Tausiyah Gus Iqdam dan Pentas Budaya yang Digelar Maha-Job di Jepang
Sebelum pengajian dimulai, panitia menyerahkan santunan kepada puluhan anak yatim sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peresmian.
Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa keberadaan Masjid Baiturrahman diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar melalui berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan umat.
Puncak acara berlangsung saat Gus Iqdam menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya Masjid Baiturrahman. Prosesi tersebut diiringi lantunan selawat ribuan jamaah yang menciptakan suasana religius dan penuh kekhidmatan.
Dalam tausiyahnya, Gus Iqdam mengingatkan bahwa kemakmuran sebuah masjid tidak ditentukan oleh megahnya bangunan, melainkan dari sejauh mana masjid mampu menghidupkan ibadah dan memberikan manfaat nyata bagi umat.
“Masjid yang hidup adalah masjid yang saf salat berjamaahnya penuh, majelis ilmunya berjalan, kepedulian sosialnya tumbuh, dan mampu melahirkan generasi yang berakhlakul karimah,” pesannya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memakmurkan masjid dengan rutin menghadiri salat berjamaah, mengikuti kajian keislaman, serta menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat.
Abah Rokhmawan mengatakan pembangunan Masjid Baiturrahman merupakan wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar menghadirkan amal jariyah yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Menurutnya, sejak awal masjid tersebut dirancang bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang yang mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mencetak generasi yang dekat dengan Al-Qur'an.
“Harapan kami sederhana, semoga masjid ini selalu dimakmurkan. Tidak hanya ramai saat diresmikan, tetapi juga dipenuhi jamaah setiap waktu salat, menjadi tempat menimba ilmu, membina generasi muda, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Peresmian Masjid Baiturrahman menjadi tonggak baru bagi masyarakat Dusun Bulu dan sekitarnya.
Keberadaan masjid ini diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial yang mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi umat serta memperkuat syiar Islam di wilayah Kabupaten Pasuruan.