Iran dikabarkan sedang menyiapkan 'api kemarahan' untuk membakar musuh termasuk Amerika-Zionis.
Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari menekankan bahwa balasan itu akan lebih merusak bagi agresor.
Mengutip Al Mayadeen pada (16/7), peringatan itu dilontarkannya pada Kamis (16/7/2026) waktu setempat.
Diketahui, ketegangan geopolitik kembali memanas bahkan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengeluarkan ancaman militer terbuka kepada Amerika Serikat.
Respons keras ini dipicu oleh ancaman Presiden AS Donald Trump yang berencana menargetkan berbagai infrastruktur penting milik Republik Islam tersebut.
Melalui juru bicara Ebrahim Zolfaghari, Iran menegaskan telah menyiapkan 'api kemarahan rakyat' yang siap membakar habis para agresor.
Pihak militer Teheran memperingatkan bahwa mereka tidak akan lagi menggunakan formula serangan yang proporsional dalam menghadapi musuh.
Sebaliknya, angkatan bersenjata Iran bersiap meluncurkan operasi militer yang jauh lebih unggul, parah, serta lebih merusak daripada konflik sebelumnya.
"serangan yang lebih unggul, lebih parah, lebih luas, dan lebih merusak daripada sebelumnya,"
"api kemarahan rakyat yang tidak pernah menyerah akan membakar sang agresor."
Zolfaghari juga menekankan bahwa jika Washington nekat bertindak, maka seluruh infrastruktur di kawasan regional akan dihancurkan tanpa ada yang tersisa.
Selain mengancam lewat kekuatan pemusnah, militer Iran kembali menegaskan bahwa wilayah Selat Hormuz adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar.
Penegasan batas wilayah ini menjadi sinyal kuat bahwa Iran tidak akan membiarkan intervensi dan arogansi Amerika Serikat mengacaukan stabilitas kawasan.