Deklarasi Pakta Integritas SPMB, Wabup SBT Tekankan Sekolah Ramah dan Bebas Bullying
Mesya Marasabessy July 16, 2026 08:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menegaskan komitmennya mewujudkan pendidikan yang berintegritas, aman, inklusif, dan berpihak pada kepentingan peserta didik.

Komitmen itu ditegaskan dalam Deklarasi Penandatanganan Pakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan Launching Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 yang dibuka Wakil Bupati SBT Muhammad Miftah Thoha Rumarey Wattimena, Kamis (16/7/2026).

Dalam sambutannya, Miftah menegaskan kedua agenda tersebut merupakan komitmen bersama menghadirkan pendidikan yang bermutu.

"Hari ini merupakan momentum yang sangat penting bagi dunia pendidikan di Kabupaten Seram Bagian Timur. Dua agenda besar yang kita laksanakan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan komitmen moral dan komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu, berintegritas, inklusif, aman, dan berpihak kepada kepentingan terbaik bagi setiap anak bangsa," tegasnya.

Ia menegaskan pelaksanaan SPMB harus berlangsung secara objektif, transparan, akuntabel, adil, serta bebas dari pungutan liar, diskriminasi, dan penyalahgunaan wewenang.

Baca juga: Benhur Watubun Janji Perjuangkan Pembangunan Jalan ke Bati

Baca juga: Dari Istana Kepresidenan Jakarta, Prabowo Subianto Resmikan Groundbreaking PSN Blok Masela Tanimbar

"Seluruh proses penerimaan murid baru harus dilaksanakan secara objektif, transparan, akuntabel, adil, bebas pungutan liar, bebas diskriminasi, serta bebas dari segala bentuk penyalahgunaan kewenangan. Kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan hanya dapat dibangun apabila seluruh prosesnya berlangsung secara jujur dan terbuka," jelasnya.

Miftah mengajak kepala sekolah, panitia SPMB, guru, pengawas, dan seluruh pihak terkait menjadikan integritas sebagai budaya kerja.

"Saya mengajak seluruh kepala sekolah, panitia SPMB, guru, pengawas, serta semua pihak yang terlibat agar memegang teguh komitmen yang hari ini kita tandatangani. Jadikan integritas sebagai budaya kerja, bukan sekadar slogan," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan MPLS Ramah agar sekolah menjadi tempat yang aman dan menyenangkan sejak hari pertama bagi murid baru.

Miftah menegaskan tidak ada lagi ruang bagi perundungan, perpeloncoan, kekerasan, maupun diskriminasi di lingkungan pendidikan.

"Saya menegaskan bahwa di Kabupaten Seram Bagian Timur tidak ada lagi ruang bagi perundungan (bullying), perpeloncoan, kekerasan, maupun diskriminasi, tindakan yang merendahkan martabat peserta didik. Pendidikan yang baik dimulai dari lingkungan belajar yang ramah, sehat, inklusif, dan menghargai setiap perbedaan," tandasnya.

Menurutnya, setiap anak datang ke sekolah dengan membawa mimpi yang harus dijaga bersama.

"Anak-anak kita datang ke sekolah dengan membawa mimpi. Tugas kita adalah menjaga mimpi itu agar tumbuh menjadi prestasi. Oleh karena itu saya mengajak seluruh guru untuk menjadi teladan, menjadi sahabat, sekaligus menjadi inspirasi bagi peserta didik," ucapnya.

Ia juga mengajak orang tua bersinergi dengan sekolah agar pendidikan karakter berjalan berkesinambungan sesuai tema MPLS tahun ini, yakni Partisipasi Semesta Wujudkan MPLS Ramah di Kabupaten SBT.

Di akhir sambutannya, Miftah menegaskan Pemkab SBT akan terus meningkatkan mutu pendidikan untuk melahirkan generasi yang berkarakter, cerdas, sehat, berakhlak mulia, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

"Selamat datang di sekolah yang baru. Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Hormati guru, sayangi teman, rajin membaca, disiplin, jujur, dan jangan pernah berhenti bermimpi. Masa depan Kabupaten Seram Bagian Timur ada di tangan kalian," tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.