Dekat dengan TN Gunung Halimun Salak, Desa Sukajaya Bogor Akan Dikembangkan Jadi Agro Edu Wisata
Glery Lazuardi July 16, 2026 08:36 PM

TRIBUNNEWS.COM - Desa Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat diproyeksikan menjadi kawasan Agro Edu Wisata yang mengusung konsep wisata berbasis pertanian dengan melibatkan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ini dirancang untuk mengembangkan potensi pertanian sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan, pengembangan usaha lokal, serta kegiatan edukasi pertanian.

Desa Sukajaya berada di kawasan yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan Kabupaten Lebak, Banten.

Lokasi tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata edukasi berbasis alam dan pertanian.

Kawasan wisata edukasi berbasis alam dan pertanian adalah bentuk wisata yang menggabungkan rekreasi dengan pembelajaran langsung tentang pertanian, perkebunan, peternakan, atau perikanan, sambil menikmati keindahan alam.

Konsep ini dikenal juga sebagai agrowisata atau wisata hijau, yang menekankan keberlanjutan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal

TNGHS merupakan kawasan konservasi hutan hujan tropis di Jawa Barat dan Banten dengan luas sekitar 113.357 hektare.

Kawasan ini menjadi habitat berbagai satwa dilindungi, seperti elang jawa, macan tutul jawa, dan owa jawa, sekaligus berfungsi sebagai daerah tangkapan air di wilayah sekitarnya.

Secara administratif, Balai TNGHS mengelola sekitar 87.699 hektare yang mencakup wilayah Kabupaten Lebak di Banten serta Kabupaten Bogor dan Sukabumi di Jawa Barat.

Kawasan tersebut memiliki dua puncak utama, yakni Gunung Halimun dan Gunung Salak, serta menjadi tempat hidup ratusan jenis tumbuhan berbunga dan masyarakat adat yang mempertahankan tradisi pengelolaan hutan.

Project Manager Prima Mustika Candra, Andi, mengatakan pengembangan kawasan akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

"Kami bangun adalah wisata hortikultura berbasis edukasi yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh warga," ujar Andi pada Kamis (16/7/2026).

Menurut Andi, tahap awal pengembangan meliputi perekrutan tenaga kerja dan penyusunan skema kemitraan dengan masyarakat.

Mengembangkan kawasan melalui penanaman berbagai komoditas, seperti tanaman buah, hortikultura, dan palawija, serta menerapkan konsep pertanian modern.

"Konsep pertanian modern agar anak-anak muda tertarik bertani tanpa harus identik dengan pekerjaan yang kotor," katanya.

Selain pengembangan sektor pertanian, kawasan tersebut juga direncanakan menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk lokal serta membuka peluang kerja bagi masyarakat.

"Jadi manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pekerja yang direkrut, tetapi juga warga yang memiliki usaha maupun produk lokal," jelasnya.

Baca juga: Menteri Lingkungan Hidup Pastikan Usut Keberadaan Tenda-tenda Penambang Ilegal di Gunung Halimun

Sementara itu, Pendamping Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Atika, menilai program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam bidang ketahanan pangan, pertanian, dan lingkungan hidup.

Menurutnya, pengembangan agribisnis, agro edu wisata, dan desa wisata dapat menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

"Memberdayakan masyarakat melalui pola kemitraan. Harapannya masyarakat semakin mandiri, memiliki ketahanan pangan, sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari sektor pertanian," ujar Atika.

Atika mengatakan pihaknya menilai program tersebut dari aspek pemberdayaan masyarakat sesuai dengan ruang lingkup tugasnya.

Ia menambahkan, pengembangan sektor pertanian di Desa Sukajaya dapat diperkuat melalui kolaborasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), penyuluh pertanian swadaya, serta pemangku kepentingan lainnya.

"Selama ini kami memang bekerja sama dengan penyuluh pertanian lapangan maupun penyuluh swadaya. Tujuannya adalah mendukung pemberdayaan masyarakat dan pembangunan di Kabupaten Bogor," tuturnya.

Pengembangan kawasan Agro Edu Wisata di Desa Sukajaya diharapkan menjadi pusat edukasi pertanian yang melibatkan masyarakat melalui kemitraan, pengembangan UMKM, dan penyediaan lapangan kerja.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.