Iran Ancam Hancurkan Infrastruktur Regional jika Amerika Serikat Menyerang Fasilitas Sipil
Faisal Zamzami July 16, 2026 08:39 PM

 


SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Militer Iran mengancam akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur di kawasan apabila Amerika Serikat benar-benar menyerang infrastruktur sipil Iran.

Ancaman tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut mengancam akan memperluas serangan terhadap Iran pada pekan depan dengan menargetkan fasilitas sipil, termasuk pembangkit listrik dan jembatan.

Peringatan itu disampaikan Juru Bicara Markas Besar Militer Pusat Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari, sebagaimana dikutip media Iran, Press TV, Kamis (16/7/2026).

"Jika ancaman baru-baru ini oleh presiden AS untuk menyerang infrastruktur Republik Islam benar-benar dilaksanakan, maka semua yang selama ini tetap utuh karena pengendalian diri Iran—yakni seluruh infrastruktur di kawasan—akan dihancurkan oleh serangan keras angkatan bersenjata Republik Islam, hingga tidak ada jejak yang tersisa seolah-olah tidak pernah ada," ujar Zolfaqari.

Ia juga mengecam Amerika Serikat yang disebutnya terus melakukan tindakan melanggar hukum internasional serta meningkatkan eskalasi konflik di kawasan.

Dalam pernyataannya, Zolfaqari menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah mengizinkan Amerika Serikat, yang disebutnya sebagai kekuatan asing di luar kawasan, untuk mencampuri urusan di Selat Hormuz.

Menurutnya, jalur pelayaran strategis tersebut merupakan "garis merah" yang tidak dapat dilanggar oleh pihak mana pun.

"Biarkan musuh yang bodoh itu tahu: bagi kami, momen aksi epik bukanlah momen untuk menahan diri. Apa yang dilakukan angkatan bersenjata Iran bukanlah serangan yang setara, melainkan serangan yang lebih unggul. Serangan itu akan lebih intens, lebih luas, dan lebih destruktif daripada sebelumnya. Kemarahan bangsa yang tidak pernah menyerah akan membakar agresor," katanya.

Baca juga: Aksi Saling Serang Berlanjut, Iran Tegaskan Siap Berperang Skala Penuh dengan Amerika Serikat

IRGC Klaim Serang Pangkalan AS di Bahrain

Dalam perkembangan terpisah pada hari yang sama, Departemen Hubungan Masyarakat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim bahwa Angkatan Laut IRGC telah melancarkan "serangan dahsyat" terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Sheikh Isa, Bahrain.

Menurut pernyataan IRGC, operasi tersebut berhasil menghancurkan sistem radar pengawasan dan pengendalian udara serta stasiun pompa bahan bakar yang digunakan untuk mendukung operasional pesawat tempur Amerika Serikat.

Eskalasi terbaru ini menambah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang dalam beberapa waktu terakhir terus saling melontarkan ancaman di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi meluasnya konflik yang dapat mengganggu stabilitas regional, termasuk keamanan pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.