Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Bantah Tuduhan Direkrut Israel, Tegaskan Semua Itu Bohong
Okwida Kris Imawan Indra Cahaya July 16, 2026 09:42 PM

- Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya memiliki hubungan dengan badan intelijen Israel, Mossad.

Bantahan tersebut disampaikan menyusul laporan yang diterbitkan The New York Times dan kemudian diulas lebih lanjut oleh harian Israel, Haaretz.

Kedua surat kabar itu mengklaim Mossad pernah berupaya merekrut Ahmadinejad dan bahkan mempertimbangkannya sebagai sosok yang dapat memimpin Iran jika terjadi pergantian rezim.

Dalam pernyataan resminya, kantor Ahmadinejad menyebut seluruh tuduhan tersebut "sepenuhnya tidak benar" dan menilai laporan itu sebagai bagian dari "skenario ala Hollywood" yang bertujuan menciptakan kebingungan di tengah masyarakat Iran.

Kantor Ahmadinejad juga menolak klaim bahwa mantan presiden itu ditempatkan dalam tahanan rumah.

Menurut mereka, Ahmadinejad tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa dan terus berinteraksi dengan masyarakat.

"Mahmoud Ahmadinejad terus, seperti biasa, melanjutkan pekerjaannya dan melayani rakyat Iran," demikian bunyi pernyataan kantornya, Rabu (15/7/2026).

Selain itu, pihak Ahmadinejad menuding laporan media Barat tersebut merupakan bentuk perang psikologis yang memanfaatkan situasi politik Iran pascaketegangan dengan Israel.

Kantor Ahmadinejad bahkan mengkritik The New York Times, dengan menyebut media tersebut tidak memiliki kredibilitas karena dinilai berulang kali menerbitkan informasi yang tidak dapat dibuktikan.

Menurut mereka, laporan terbaru hanya mengulang narasi yang pernah dimuat beberapa pekan sebelumnya dengan tambahan klaim baru, termasuk isu tahanan rumah, agar terlihat lebih meyakinkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.