Bagian dari Perlindungan, Disnakertrans NTT Sebut Pemerintah Siapkan KUR untuk Pekerja 
Ryan Nong July 16, 2026 11:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG -Pemerintah Provinsi NTT terus berupaya memberi perlindungan terhadap para pekerja, di dalam daerah maupun luar negeri. 

Salah satu yang didorong adalah akses modal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diberikan khusus bagi para calon pekerja. 

Kepala Disnakertrans NTT Yos Rasi mengatakan, perlindungan terhadap tenaga kerja yang dilakukan Pemerintah adalah mendorong pencari kerja untuk bekerja melalui jalur formal dengan tidak terbebani segala hal. 

Baca juga: 43.788 Unit Kendaraan di Sumba Timur Belum Bayar Pajak

Dengan demikian maka pekerja tidak mendapat persoalan. Pemerintah juga membuka komunikasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja diberi perlindungan, termasuk yang ada di luar negeri. 

"Jadi dari perlindungan diri masalah kecelakaan, kematian, hari tua dan kepulangan. Itu tugas kita," kata Yos, Selasa (14/7/2026). 

Langkah lain untuk perlindungan bagi tenaga kerja asal NTT adalah melakukan koordinasi intensif dengan BP3MI. Bahkan, Gubernur NTT telah memberi ruang kepada para pekerja migran Indonesia (PMI) khususnya dari NTT agar memanfaatkan dana KUR. Dana itu berupa pinjaman ke PMI NTT sebelum bekerja keluar negeri. 

"Ini menghindari terjadi peminjaman oleh pekerja dengan bunga tinggi. Ini di Bank Himbara, bunga rendah terjamin untuk keberangkatan atau lainnya," ujar dia. 

Keberadaan skema pinjaman KUR itu menjadi bagian penting. Terutama, calon pekerja tidak perlu memikirkan kekurangan dana. Pekerja cukup menyiapkan diri dan mengikuti tahapan yang dibutuhkan perusahaan ataupun tempat kerja. 

Dana KUR itu baru dikembalikan setelah pekerja itu mulai bekerja dengan bunga rendah. Yos menyebut itu mitigasi Pemerintah agar pekerja tidak melakukan peminjaman di tempat lain dengan bunga tinggi yang tentu memberatkan. 

"Ini kebanyakan mereka yang punya pengalaman keluar negeri itu mereka merasa bersyukur betul, ketika mereka pergi kerja ini banyak hal yang membantu mereka berkaitan dengan utang, kehidupan, beban keluarga masing-masing," ujar Yos. 

Dia mengatakan, tugas Pemerintah adalah memastikan setiap pekerja yang berangkat memenuhi persyaratan, keluar negeri dalam kondisi aman dan nyaman, terlindung dari aspek ketenagakerjaan, dan akses pinjaman keuangan. 

Yos juga menyampaikan, pada 30-31 Juli 2026 Disnakertrans NTT akan menyelenggarakan job fair di Larantuka, Flores Timur. Program itu memberi kesempatan bagi calon pekerja untuk melihat dan mendapatkan peluang kerja langsung dari perusahaan. 

Kegiatan ini, kata dia, juga sejalan dengan program Bupati Flores Timur yakni kemiskinan, pengangguran, dan inflasi. Job fair ini setidaknya menjawab gagasan Bupati Flores Timur. 

Dia mengatakan, sejumlah perusahaan telah bersedia untuk hadir dalam job fair. Pada job fair perdana, dilaksanakan di Kota Kupang dan November 2026 bakal digelar di Sumba Timur. Yos berencana akan lebih rutin melakukan sosialisasi ke sekolah hingga Perguruan Tinggi. (fan) 

 


 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.