Jagakarsa Jadi Sorotan: Bang Jago Viral, Teror Bom SD hingga Remaja 14 Tahun Lecehkan 4 Anak
Jaisy Rahman Tohir July 16, 2026 11:55 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan belakangan menjadi sorotan karena kasus kriminalnya yang viral di media sosial.

Hanya dalam tempo dua pekan, kasus "Bang Jago" memukul pemotor di tengah jalan, orang tua siswa meneror sekolah dengan pesan ledakan bom hingga remaja 14 tahun melecehkan 4 anak-anak, terjadi bergantian di Jagakarsa.

Polsek Jagakarsa pun dibuat sibuk menangani berbagai kasus yang menjadi atensi masyarakat luas itu.

Para pelaku pun satu per satu diamankan.

Bang Jago Viral

AA (21), seorang pengendara motor di tengah Jalan Moch Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan, kaget tiba-tiba dipukul oleh pemotor lain, yang belakangan diketahui berinisial FRS (37). Pristiwa itu terjadi pada Sabtu (4/7/2026) siang sekitar pukul 11.30 WIB.

AA tambah bingung saat bertanya mengapa dia dipukul, FRS justru meminta dia video call ayahnya.

"Lu kenapa nampol gue bang?" kata AA.

"Yaudah video call bokap lu," jawab FRS.

TAMPANG PELAKU PENGANIAYAAN JAGAKARSA - Tampang pelaku penganiayaan terhadap pengendara motor di Jalan Moch Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Video yang merekam aksi penganiayaan itu viral di media sosial. /Istimewa
TAMPANG PELAKU PENGANIAYAAN JAGAKARSA - Tampang pelaku penganiayaan terhadap pengendara motor di Jalan Moch Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Video yang merekam aksi penganiayaan itu viral di media sosial. /Istimewa (Istimewa)

Cekcok dua pria itu sempat menarik perhatian pengendara lain di Jalan Moch Kahfi II.

Pelaku tampak belum puas dan kembali menghampiri korban. Kali ini, ia menantang korban untuk membuka helm dan menepikan kendaraannya.

"Lu enggak tau siapa gue? Hah? Lu enggak tau?" tanya pelaku dengan nada menantang.

Dua kali bogem mentah FRS mendarat di wajah AA.

AA pun memacu kuda besinya menjauh dari FRS, dan masih bertanya-tanya apa yang terjadi barusan.

"Sumpah itu orang gak jelas banget cok," kata AA.

Aksi pemukulan di jalan itu terekam oleh kamera AA. Ia pun mengunggahnya ke media sosial hingga viral.

Setelah viral, polisi pun bergerak, dan berhasil menangkap FRS, yang ramai dijuluki "Bang Jago".

Pelaku dibekuk di kediamannya, di bilangan Cipedak, Jagakarsa, pada Minggu (5/7/2026).

Setelah pemeriksaan, terungkap motif pelaku memang tidak jelas. Ia memukul AA hanya karena ingin memukul saja, tanpa ada alasan ataupun keterkaitan apapun dengan korban.

"Motifnya adalah dia cuma pengen memukul. Ya, jadi katanya ada bisikan dia pengen memukul seseorang saja di jalan itu. Itu yang kita dapat keterangan dia," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, Senin (6/7/2026).

Nurma mengungkapkan, ketika itu pelaku juga tidak memiliki tujuan ketika mengendarai motor.

"Jadi dia mengakuinya yang melakukan ini dia hanya berjalan, naik motor, muter-muter. Dia cuman bilangnya begitu. Mau ke mana dia juga tidak tahu," ungkap Kapolsek.

Pelaku telah menjalani tes urine dan dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis sabu.

"Jadi untuk tes urin kita sudah lakukan, dia positif memakai narkoba jenis sabu," kata Nurma.

Kepada polisi, pelaku FRS mengaku menggunakan narkoba sebelum melakukan aksi penganiayaan terhadap korban berinisial AA.

Pelaku pun ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan ringan dan penyalahgunaan narkoba.

Teror Bom

Masih di Jagakarsa, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026), guru dan petugas tata usaha (TU) SDN Srengseng Sawah 15 menerima pesan teror akan ada bom di sekolah mereka.

Belakangan diketahui, pelaku teror pesan bom itu adalah MY Yusuf alias MY (34), salah satu orang tua siswa yang tinggal tidak jauh dari sekolah.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi mengatakan, pelaku ternyata memiliki permasalahan pribadi dengan pihak sekolah.

"Jadi kalau motif dari kejadian ini, dari keterangan tersangka, tersangka itu merasa kesal pada salah satu pihak sekolah sehingga melampiaskan dengan perbuatan ini," kata Joko, Rabu (15/7/2026).

PELAKU TEROR BOM SDN - Pria berinisial MY (34), pelaku teror ancaman bom terhadap SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya diciduk tim gabungan Polri di kediamannya, Senin (13/7/2026).
PELAKU TEROR BOM SDN - Pria berinisial MY (34), pelaku teror ancaman bom terhadap SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya diciduk tim gabungan Polri di kediamannya, Senin (13/7/2026). (Istimewa)

Beberapa hari sebelum kejadian, MY sempat datang ke SDN Srengseng Sawah 15 untuk bertanya perihal seragam sekolah.

Namun, jawaban pihak sekolah membuat pelaku kesal karena menyinggung soal kondisi finansialnya.

"Jadi beberapa hari sebelum kejadian, pernah ada komunikasi sama pihak sekolah yang membicarakan masalah seragam sekolah. Namun responnya dirasakan oleh si tersangka ini tidak baik," ungkap Kasi Humas.

"Kan nanya dia masalah seragam, jawabannya (pihak sekolah), 'sudah, enggak usah beli seragamnya, saya tahu kondisi kamu'. Jadi kayaknya merasa tersinggung," imbuh dia.

Adapun MY juga diduga terlilit utang pinjaman online (pinjol).

Hal itu terungkap setelah Ketua RT setempat, Anton Sianipar, ditegur oleh pihak Kelurahan Srengseng Sawah lantaran ada laporan melalui aplikasi JAKI terkait maraknya praktik pinjol di lingkungan RT yang dipimpinnya.

Setelah ditelusuri, laporan tersebut ternyata dibuat oleh MY sendiri yang belakangan diketahui sebagai pelaku teror ancaman bom.

Laporan itu dibuat MY karena dirinya sering didatangi oleh para penagih utang.

"Setelah kejadian ini kita telusuri, ternyata yang melakukan laporan JAKI terkait pinjol itu dia sendiri. Karena dia banyak terjerat pinjol," kata Anton.

Anton mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah utang pinjol MY.

Namun, ia menduga beban utang tersebut cukup memengaruhi kondisi psikologis pelaku.

"Jumlahnya saya enggak tahu pasti. Mungkin itu cukup mengganggu dia karena tidak ada penghasilan, sementara dia punya kewajiban bayar pinjol. Mungkin di titik stres, saya juga enggak tahu," ujar Anton.

Selain pinjol, Anton menyebut MY juga diduga memiliki utang kepada bank keliling atau koperasi harian yang biasa beroperasi di lingkungan permukiman.

"Kalau dibilang ada sangkut paut sama pinjaman online, ya sama koperasi atau bank keliling juga ada," ucap Anton.

Di sisi lain, Anton menjelaskan bahwa MY tidak memiliki pekerjaan tetap.

MY hanya sesekali membantu pekerjaan orangtuanya yang membuka jasa servis AC.

"Pelaku ini tidak punya pekerjaan tetap, cuman terkadang ikut orang tuanya sebagai jasa servis AC, cuci AC gitu," ungkap Anton.

Remaja Lecehkan Anak

Terkini, Jagakarsa kembali viral lantaran adanya  remaja laki-laki inisial YAZ (14) yang dilaporkan ke polisi karena diduga telah melecehkan empat anak-anak laki-laki dengan rentang usia 8 sampai 12 tahun.

ABG putus sekolah itupun kini telah diamankan pihak Polsek Jagakarsa pada Rabu (15/7/2026).

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan, para korban merupakan anak-anak yang sering menjadi teman bermain pelaku.

"Diduga pelaku dan korban adalah tetangga di lingkungan rumah," kata Nurma, Kamis (15/7/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, modus yang digunakan pelaku saat beraksi yaitu dengan mengajak para korban bermain game di ponselnya.

"Dari hasil penyelidikan sementara, modus yang digunakan pelaku adalah mengajak korban bermain game di ponsel miliknya," ungkap Kapolsek.

Nurma menjelaskan, YAZ diduga kecanduan pornografi. Hal itu memicunya melakukan tindak asusila.

“Dia memang kecanduan untuk video porno ya. Oleh karena itu dia pasti mencari adik-adik yang di luar yang lagi bermain. Jadi dia mencari dengan acak siapa yang dilihatnya, untuk bermain gim,” ungkap Nurma.

Ia menyebut pihak kepolisian masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa saksi-saksi serta mendalami kemungkinan adanya korban lain dalam peristiwa ini.

Nurma menuturkan, kasus dugaan kekerasan seksual ini telah dilimpahkan ke Direktorat PPA/PPO Polda Metro Jaya.

"Terduga pelaku juga sudah diserahkan ke Polda Metro Jaya," tutur Nurma menjelaskan perkembangan kasus pelecehan itu.

Simon (32), bukan nama sebenarnya, warga Jagakarsa salah satu tetangga pelaku, mengungkapkan, sosok YAZ sudah meresahkan warga sejak cukup lama.

Sebelum kasus asusila ini mencuat, YAZ diketahui kerap mencuri.

"Dulu juga sempat ramai dia mencuri tabung gas di warung nasi," ujar Simon kepada TribunJakarta, Jumat (16/7/2026).

Simon menceritakan, YAZ kerap membuat warga terganggu karena bermain bola malam hari.

"Dia juga ngerokok, kan masih anak-anak ya. Kadang suka ke masjid, tapi ngerusuh gitu lah. Ya bandel anak-anak," ujarnya.

Simon mengungkapkan, ada warga lain yang pernah melihat YAZ sedang menonton video porno. Hal itu sesuai dengan keterangan Kompol Nurma soal pemicu tindakan asusilanya.

"Ada warga yang pernah ngegepin dia nonton video gitu," ujarnya.

Sepengetahuan Simon, dia merupakan anak dengan kondisi keluarga tidak utuh alias broken home. 

"Dia tinggal sama ibu dan kakeknya, kayaknya dia kurang kasih sayang ya. Tapi menurut saya dia harus ditindak sesuai hukum yang berlaku, karena kasus seperti itu memberikan trauma yang dalam kepada korbannya," harpanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.