Pendiri MSM, Gary Miller, menyebut pola aktivitas yang terdeteksi kemungkinan besar menargetkan jaringan telekomunikasi lokal di Timur Tengah.
Jaringan tersebut kerap digunakan oleh personel militer AS yang bertugas di kawasan itu.
Artinya, personel militer AS yang menggunakan kartu SIM lokal atau terhubung ke operator seluler setempat berpotensi menjadi sasaran pelacakan lokasi.
Sementara itu, Amerika Serikat melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Iran pada Rabu (15/7) malam.
Bersamaan dengan itu, AS juga melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz.
Menanggapi serangan tersebut, Iran menyatakan akan terus melakukan perlawanan.
Dikutip dari aljazeera.com pada Kamis (16/7), Garda Revolusi Iran atau IRGC mengklaim berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone pengintai MQ-9 milik musuh.
Hal ini terjadi di Kota Andimeshk, Iran barat daya.
Militer Iran menyatakan pesawat nirawak itu ditembak jatuh menggunakan sistem pertahanan udara baru yang dioperasikan pasukan kedirgantaraannya.