Warga Kebontaman Ungaran Mulai Krisis Air Bersih, Cuci Baju ke Sungai
Daniel Ari Purnomo July 17, 2026 12:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN TIMUR - Memasuki musim kemarau, warga Dusun Kebontaman, Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, mulai merasakan dampak berkurangnya debit air sumur.

Sejumlah warga terpaksa lebih berhemat dalam penggunaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Salah satunya Sarpi, seorang warga Dusun Kebontaman.

Baca juga: Antisipasi Kemarau Godzilla, BPBD Batang Siagakan Pasokan Air Bersih Gratis

Setiap hari, ia harus berjalan sekitar tiga meter sambil menggendong galon untuk mengambil air bersih dari sumur milik sebuah perusahaan yang beroperasi di wilayah setempat.

Selama ini, sumur tersebut memang dimanfaatkan warga sekitar sebagai sumber utama air bersih.

Namun, sumur dengan kedalaman sekitar 7,5 meter itu kini mulai mengalami penyusutan debit air seiring dengan mulai berlangsungnya musim kemarau. "Biasanya saya ambil sampai 10 galon. Kalau kebutuhan sehari-hari sekitar enam galon. Saya bawa sendiri dengan digendong. Ini untuk masak dan minum," ujarnya.

Andalkan Sumur Perusahaan

Sementara itu, untuk kebutuhan mencuci pakaian dan keperluan lain yang membutuhkan air dalam jumlah besar, Sarpi lebih memilih memanfaatkan aliran sungai. "Kalau untuk mencuci, saya ke sungai. Kalau tidak musim kemarau biasanya masih bisa ambil air dari sini," katanya.

Kondisi serupa juga dirasakan Salmi, warga Dusun Kebontaman lainnya. Sama seperti Sarpi, ia juga sangat mengandalkan sumur dari perusahaan yang ada di wilayah tersebut. Namun, sejak awal musim kemarau, sekira bulan Juli, debit air sumur yang menjadi sumber utama kebutuhan warga terus menurun, sehingga pasokan air tidak lagi mencukupi.

"Sudah mulai kekurangan air sejak bulan ini. Sekarang air sumurnya sangat berkurang. Kalau ambil air harus antre," tuturnya. Ia mengakui, sumur yang berada di lahan milik perusahaan tersebut kedalamannya mengalami penurunan cukup drastis. Jika pada musim penghujan air biasanya hampir penuh hingga bibir sumur, kini volumenya tinggal sekitar setengahnya saja.

Warga Harus Mengangsu

"Biasanya meluber. Ini paling tinggal setengah saja," ungkap Salmi. Rumahnya yang terhubung langsung dengan sumur tersebut menggunakan pipa paralon memang membuatnya lebih mudah, sehingga tidak perlu harus mengangsu secara manual. Namun, karena debit air terus menurun, pasokan yang mengalir ke rumahnya pun ikut berkurang.

Kepala Desa Kalikayen, Sugiono, mengatakan krisis air bersih di Dusun Kebontaman menjadi persoalan yang terus berulang setiap musim kemarau. Bahkan, baru memasuki awal musim kemarau saja, warga sudah mulai kesulitan mendapatkan akses air. Menurutnya, kondisi diperkirakan akan semakin parah ketika musim kemarau mencapai puncaknya nanti. Sebagian besar sumur milik warga mengalami penyusutan debit, sehingga tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Perlu Bantuan Segera

"Berdasarkan kondisi di lapangan, kebutuhan air di Dusun Kebontaman memang sangat kurang. Awal kemarau saja sudah kesulitan, apalagi nanti saat pertengahan musim kemarau," katanya. Sugiono menyebut, di Dusun Kebontaman terdapat sekitar 300 kepala keluarga dan hampir seluruhnya terdampak penurunan debit air sumur setiap kali musim kemarau tiba.

Untuk kebutuhan air minum, sebagian besar warga memilih membeli air galon. Sementara untuk mencuci pakaian, banyak warga memanfaatkan air sungai dengan membuat kubangan, agar air yang digunakan lebih jernih setelah tersaring oleh tanah. "Kalau pagi atau hari libur, banyak warga berkumpul di sungai untuk mencuci pakaian. Sedangkan warga yang ekonominya lebih mampu biasanya membeli air galon," ujarnya.

Selain Dusun Kebontaman, krisis air bersih juga mulai dirasakan warga Dusun Mulyosari. Meski hingga kini pemerintah desa belum mengajukan permohonan bantuan air bersih secara resmi, persoalan tersebut telah disampaikan saat koordinasi dengan pemerintah daerah sebagai wilayah yang rawan kekurangan air. "Sejauh ini belum mengajukan bantuan, tapi kemarin saat koordinasi ditanya wilayah kekurangan air. Saya bilang banyak kekurangan air di sini. Selain Dusun Kebontaman, Dusun Mulyosari juga terdampak," katanya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.