Gus Yusron Sambut Mahasiswa Jepang di Al-Hikam Depok: Dunia Tak Sesempit yang Kita Lihat!
Jaisy Rahman Tohir July 17, 2026 12:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Pesantren Al-Hikam II Depok yang didirikan oleh KH Ahmad Hasyim Muzadi menerima kunjungan akademik rombongan The Indonesian and English Language Study Program, hasil kerja sama Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia dengan Nanzan University, Jepang, pada Rabu (15/7/2026).

Manajer Kerja Sama dan Ventura, Junaidi, menyampaikan bahwa selama kurang lebih tiga minggu mahasiwa Nanzan University berada di Indonesia. Para mahasiswa Jepang itu akan mempelajari berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari bahasa, budaya, hingga keberagaman agama. Pembelajaran tersebut merupakan kelanjutan dari materi yang telah mereka peroleh di Jepang sebelum mengikuti program pertukaran ini.

"Kami ingin membawa pemahaman kepada mahasiswa Jepang tentang seperti apa Indonesia yang beragam. Apa yang telah mereka pelajari di Jepang akan diperdalam kembali melalui pengalaman langsung selama berada di Indonesia," ujar Junaidi, dalam keterangan resminya.

Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Pesantren Al-Hikam Depok, Gus Yusron Shidqi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan akademik mahasiswa Nanzan University. 

Menurutnya, kegiatan lintas budaya seperti ini bukan hanya menjadi sarana belajar bagi mahasiswa Jepang, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi keluarga besar Al-Hikam.

Gus Yusron mengatakan bahwa setiap bangsa memiliki cara pandang dan filosofi yang berbeda. Oleh karena itu, saling mengunjungi dan berdialog menjadi salah satu cara terbaik untuk memperluas wawasan serta menumbuhkan sikap bijaksana dalam memandang kehidupan.

"Kami juga belajar banyak dari pertemuan ini. Dunia ternyata tidak sesempit yang kita lihat. Setiap bangsa memiliki cara pandang dan filosofi yang berbeda-beda," tutur Putra Bungsu KH Hasyim Muzadi.

Selain itu, Gus Yusron juga menekankan bahwa ajaran Islam mendorong umatnya untuk melakukan perjalanan dan belajar dari berbagai tempat. Semangat tersebut sejalan dengan firman Allah sīrū fil-arḍ (berjalanlah di muka bumi), yang mengajarkan manusia untuk mengenal dunia dan mengambil hikmah dari setiap perjalanan.

Dalam menjelaskan ajaran Islam, Gus Yusron menjelaskan tiga poin utama. Pertama adalah Akidah, yang dalam pendekatan filsafat dapat dipahami sebagai ranah ontologi. 

Kedua adalah Islam, yaitu bagaimana seseorang mempraktikkan keimanannya dalam kehidupan sehari-hari, yang dapat dikaitkan dengan ranah epistemologi. 

Ketiga adalah Ihsan, yaitu dimensi berbuat baik dengan penuh keikhlasan, yang berkaitan dengan ranah aksiologi.

Dalam penjelasannya mengenai akidah, Gus Yusron menjelaskan bahwa iman berbicara mengenai sesuatu yang benar-benar ada (wujud) dan yang tidak ada (tidak wujud). 

"Dengan akidah, manusia mampu memvalidasi apakah sesuatu benar-benar ada atau hanya sekadar khayalan maupun legenda. Oleh karena itu, seorang Muslim tidak boleh meyakini sesuatu yang tidak memiliki dasar keberadaan", jelas Gus Yusron.

Pada aspek Islam, Gus Yusron menjelaskan bahwa seorang Muslim harus memiliki cara pandang yang benar. Keimanan yang baik harus tercermin dalam perilaku yang baik. 

"Jangan sampai seseorang memiliki niat yang baik tetapi menggunakan cara yang salah. Menjadi seorang Muslim berarti berusaha menampilkan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari" ucap Gus Yusron.

Selain itu, Gus Yusron juga menyampaikan bahwa ajaran Islam dapat diintisarikan melalui penjagaan terhadap tujuh hal yang disusun secara hierarkis, yaitu menjaga agama, menjaga jiwa (nyawa), menjaga akal, menjaga keturunan (nasab), menjaga harta, menjaga kehormatan diri, dan menjaga lingkungan. Ketujuh prinsip tersebut menjadi cerminan dari tujuan ajaran Islam.

Sementara mengenai Ihsan, Menurut Gus Yusron adalah berbuat baik dengan tulus hanya  karena Allah. Ihsan merupakan perilaku baik yang dilakukan secara konsisten dengan memurnikan niat semata-mata karena Allah.

Menurut Gus Yusron, kolaborasi antara iman, Islam, dan ihsan menjadi fondasi penting dalam menjawab krisis eksistensial yang dihadapi masyarakat modern saat ini.

Berdasarkan informasi panitia, kunjungan akademik ini diikuti oleh 11 mahasiswa Nanzan University. Setelah rangkaian acara utama selesai, para mahasiswa Nanzan University mengikuti Pesantren Tour untuk mengenal lebih dekat lingkungan dan tradisi Pesantren Al-Hikam Depok.

Di Perpustakaan Al-Hikam Depok,  panitia memperkenalkan dengan koleksi manuskrip Islam, Al-Qur'an Braille, serta berkesempatan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.