Job Fair 2026 Gresik Sediakan Ribuan Kesempatan Kerja, Dari Lulusan SD hingga Sarjana
Samsul Arifin July 17, 2026 12:14 AM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Ribuan pencari kerja memadati area Job Fair 2026 yang digelar di Icon Mall Gresik,Jawa Timur, Kamis (16/7/2026). Antusiasme tinggi terlihat sejak pagi ketika para pelamar datang untuk mencari peluang kerja yang disediakan puluhan perusahaan dari berbagai sektor industri.

Melalui kegiatan yang difasilitasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik ini, sebanyak 35 perusahaan membuka total 1.966 lowongan pekerjaan.

Kesempatan tersebut terbuka bagi pelamar dengan berbagai jenjang pendidikan, mulai lulusan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga Diploma (D3) dan perguruan tinggi.

Job Fair 2026 menjadi salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal, terutama bagi lulusan SMK yang baru menyelesaikan pendidikan.

Selain membuka akses kerja lebih luas, kegiatan ini juga diharapkan mampu menekan angka pengangguran di Kabupaten Gresik.

Penyelenggaraan bursa kerja ini sekaligus menjadi bentuk implementasi kebijakan daerah yang mendorong perusahaan untuk lebih banyak merekrut tenaga kerja asal Gresik.

Pemerintah pun terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha agar informasi lowongan kerja dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Selama dua hari pelaksanaan, mulai 16 hingga 17 Juli 2026, para pencari kerja dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk melamar langsung ke perusahaan sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.

Baca juga: Pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri Masuk Tahap Pengadaan Lahan, Gresik Siapkan Koridor Modern

Prioritaskan Lulusan SMK Baru

Kepala Disnaker Kabupaten Gresik, Zainul Arifin, mengatakan kegiatan Job Fair 2026 diprioritaskan bagi lulusan SMK sederajat yang baru lulus. Namun, kesempatan juga terbuka bagi pencari kerja yang telah memiliki pengalaman.

Berdasarkan data Disnaker, dari 7.255 lulusan SMK di Kabupaten Gresik, sebanyak 410 orang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sedangkan 480 orang telah diterima bekerja sebelum lulus atau sekitar 6,6 persen. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 6.365 lulusan yang membutuhkan akses ke dunia kerja.

"Kita fasilitasi anak-anak Gresik yang baru lulus SMK dengan job fair di triwulan kedua 2026 ini, sehingga bisa menyerap lulusan siswa baru. Ini perhatian Pemkab Gresik sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan," kata Zainul Arifin usai membuka Job Fair.

35 Perusahaan Buka 1.966 Lowongan Kerja

Zainul Arifin menjelaskan, sebanyak 35 perusahaan ikut berpartisipasi dengan total kebutuhan tenaga kerja mencapai 1.966 orang.

Beberapa perusahaan yang membuka lowongan di antaranya PT Freeport Indonesia (PTFI), PT Siantar Top Tbk, PT Petrokopindo Cipta Selaras, PT Suri Tani Pemuka, PT STL Chemical Indonesia, PT Hailiang Nova Material Indonesia, PT Hebang Biotechnology Indonesia, PT Xinyi Renewable Energy, dan PT Xinyi Glass Indonesia.

"Rinciannya, lulusan SMK sederajat ada 1.556 lowongan kerja, lulusan SMP 10 lowongan kerja, lulusan SD sebanyak 20 lowongan kerja. Ada juga lulusan D3 yang diperlukan perusahaan," katanya.

Job Fair Digelar Rutin untuk Perluas Kesempatan Kerja

Menurut Zainul Arifin, pelaksanaan Job Fair selama dua hari diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat Gresik untuk memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi masing-masing.

"Kegiatan job fair ini terus kita adakan untuk memastikan masyarakat Gresik mendapat pekerjaan. Kegiatan job fair juga akan terus diadakan di Kantor Disnaker setiap dua pekan sekali," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 7 Tahun 2022, perusahaan diwajibkan memenuhi komposisi tenaga kerja dengan minimal 60 persen berasal dari warga Kabupaten Gresik.

Karena itu, Disnaker berharap seluruh perusahaan aktif menyampaikan informasi kebutuhan tenaga kerja agar dapat diteruskan kepada masyarakat secara cepat dan tepat.

"Data pencari kerja dengan yang diterima di perusahaan terus dikontrol, sehingga serapan tenaga kerja lokal dapat diawasi dengan benar," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.